Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil Sri Prakash Lohia, Orang Terkaya ke-4 di Indonesia Lewat Indorama

Sri Prakash Lohia merupakan pendiri perusahaan raksasa di bidang petrokomia dan tekstil, yakni Indorama Corporation.
Jessica G. Soehandoko & Annisa K. Saumi
Jessica G. Soehandoko & Annisa K. Saumi - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  10:41 WIB
Profil Sri Prakash Lohia, Orang Terkaya ke-4 di Indonesia Lewat Indorama
Sri Prakash Lohia, salah satu orang terkaya di Indonesia.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pofil Sri Prakash Lohia menarik disimak sebagai orang terkaya ke-4 di Indonesia, dengan kerajaan bisnisnya Grup Indorama.

Dilansir dari Forbes real time net worth pada Kamis (24/3/2022), kini Lohia memiliki total kekayaan sebesar US$6,4 miliar atau setara dengan Rp91,5 triliun (estimasi kurs Rp14.300 per dolar AS). Lohia juga menjadi orang terkaya ke-4 di Indonesia, Budi Hartono, Michael Hartono, dan Chairul Tanjung.

Sri Prakash Lohia lahir di Kolkata, India, pada 11 Juli 1952. Lohia merupakan pendiri perusahaan raksasa di bidang petrokomia dan tekstil, yakni Indorama Corporation.

Lohia sebelumnya berkembang dan tumbuh besar di India. Dirinya merupakan lulusan dari Bachelor of Commerce di Universitas Delhi dan berpindah ke Indonesia pada tahun 1973 bersama dengan orang tuanya.

Bersama dengan ayahnya, Mohan Lal Lohia, Lohia akhirnya merintis perusahaan tekstil bernama Indorama Synthetics sekitar pada sekitar tahun 1976. Indo berasal dari nama untuk Indonesia dan Rama berasal dari Dewa Rama.

Dilansir dari Quartz, Lohia mengatakan bahwa tiga sampai empat tahun pertama menjadi fase yang sulit.

Pada awal perjalanan, Indorama merupakan produsen benang pintal. Kemudian Indorama melakukan diversifikasi, hingga akhirnya berkembang ke industri serat polyester.

Kini Indorama telah berkembang dan bergerak dalam bidang pembangkit tenaga listrik petrokimia. Dilansir dari laman resmi perusahaan Indorama, Indorama Corporation juga telah menjadi produsen pupuk Urea dan Fosfat terbesar di Afrika Sub-sahara, produsen poliolefin terbesar di Afrika Barat, dan produsen sarung tangan sintetis terbesar ketiga di dunia.

Kini Indorama juga telah memiliki 18.000 karyawan dari berbagai dunia. Indorama juga telah memiliki lebih dari 20 manufaktir di 8 negara.

Lohia kini juga telah tinggal di London, Inggris. Anaknya, Amit Lohia juga menjadi pemegang jabatan direktur pelaksana Indorama Corporation.

Sementara itu, PT Indorama Synthetics Tbk. (INDR), salah satu perusahaan milik Lohia, membukukan laba bersih hingga US$84,5 juta atau setara Rp1,21 triliun pada 2021.

INDR mencetak pendapatan bersih US$884,1 juta pada 2021 atau setara Rp12,6 triliun. Bila mengacu pada kurs Jisdor 23 Februari 2021 Rp14.362 per dolar AS.

Pendapatan bersih perseroan melonjak 50 persen dibandingkan 2020 sebesar US$589 juta. INDR tercatat membukukan ekspor senilai US$540,4 juta selama 2021, naik 49,27 persen dari US$362 juta secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Ekspor ke Asia menyumbang pendapatan ekspor terbanyak, yakni senilai US$333,46 juta, diikuti ke Eropa US$108,3 juta, Amerika Utara US$68,46 juta, Amerika Selatan US$28,8 juta, dan wilayah lain-lain US$67,6 juta.

Sementara penjualan lokal perseroan juga meningkat 50,27 persen dari US$229,2 juta, menjadi US$344,5 juta.

Selama 2021, perseroan juga mencatatkan peningkatan beban pokok pendapatan 35,38 persen menjadi US$754,3 juta, dari US$557,2 juta. Meski beban pokok meningkat, perseroan mampu mencetak kenaikan laba kotor 307,65 persen dari US$31,8 juta, menjadi US$129,7 juta.

Dengan peningkatan tersebut, laba bersih perseroan juga ikut meningkat menjadi US$84,5 juta atau Rp1,2 triliun selama 2021, dari US$6,23 juta di 2020. Bila dikonversi laba perseroan tembus Rp1,21 triliun.

Adapun hingga akhir 2021, perseroan membukukan total aset US$905,4 juta, naik dari akhir 2020 sebesar US$763,85 juta. Aset tersebut terbagi menjadi aset lancar sebesar US$400,2 juta dan aset tidak lancar sebesar US$505,2 juta.

Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan juga meningkat menjadi US$441,6 juta pada akhir Desember 2021, dari US$387,37 juta akhir Desember 2020. Jumlah ekuitas perseroan juga meningkat menjadi US$463,8 juta di 2021, dari US$376,4 juta di 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang terkaya profil indorama sri prakash lohia
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top