Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Orang Terkaya Keempat di Indonesia Tuntaskan Jual Perusahaanya di Sri Lanka

PT Indo-Rama Synthetics Tbk. (INDR) milik Sri Prakash Lohia menjual 100 persen kepemilikan saham di Isin Lanka Limited, Sri Lanka.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 07 Januari 2022  |  10:20 WIB
Pabrik Isin Lanka Pve Ltd di Sri Lanka. Pabrik ini merupakan anak usaha PT Indo Rama Tbk, memproduksi spun yarn untuk tekstil dengan kualitas terbaik, baik cotton maupun sintetis, untuk pasar tekstil kelas atas. - indorama
Pabrik Isin Lanka Pve Ltd di Sri Lanka. Pabrik ini merupakan anak usaha PT Indo Rama Tbk, memproduksi spun yarn untuk tekstil dengan kualitas terbaik, baik cotton maupun sintetis, untuk pasar tekstil kelas atas. - indorama

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan milik orang terkaya ke-4 di Indonesia Sri Prakash Lohia, PT Indo-Rama Synthetics Tbk. (INDR), menuntaskan penjualan anak usahanya di Sri Lanka ke Sri Isin Ceylon Limited.

Asst. Corporate Secretary INDR Arun Dalmia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, INDR menjual 100 persen kepemilikan saham di Isin Lanka Limited, Sri Lanka, yang dimiliki sepenuhnya sebagai anak perusahaan tidak langsung perusahaan.

"Penyelesaian transaksi ini telah tercapai pada 31 Desember 2021, " kata Arun dalam laporannya, Jumat (7/1/2022).

IRS Global Pte. Ltd., Singapura, anak perusahaan tidak langsung yang dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan dan perusahaan, telah menandatangani perjanjian jual beli pada tanggal 2 November 2021 untuk menjual 100 persen kepemilikan saham di ISL kepada Sri Isin Ceylon Limited, Sri Lanka.

Dia melanjutkan, nilai dari transaksi penjualan tersebut adalah sebesar US$2,8 juta atau sekitar Rp39,2 miliar. Transaksi ini pun diharapkan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.

"Pembeli telah dan akan membayar sebelum penutupan transaksi, seluruh nilai transaksi kepada ISL, supaya ISL melunasi semua kewajibannya," ujarnya.

Arun pun memastikan, transaksi ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha INDR.

"Selain ISL bukan lagi menjadi anak perusahaan tidak langsung perseroan, tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional hingga kelangsungan usaha INDR," tuturnya.

Lohia merupakan salah satu orang terkaya di RI. Dilansir dari Forbes real time billionaires, per Kamis (4/11/2021) Lohia memiliki total kekayaan sebesar US$6,4 miliar atau sekitar dengan Rp91 triliun.

Lohia juga menjadi orang terkaya di Indonesia di urutan ke-4, setelah Bos Grup Djarum Budi Hartono dan Michael Hartono, serta Chairul Tanjung.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

divestasi indorama sri prakash lohia
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top