Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arif P. Rachmat Genggam Amanah dari Sang Ayah untuk Jaga ESSA

Hadirnya Arif P. Rachmat ke bisnis energi dan kimia menjadi hal baru lantaran sebelumnya Arif menggeluti bidang perkebunan dan berbagai lini agri bisnis.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 17 Maret 2022  |  20:18 WIB
Arif P. Rachmat Genggam Amanah dari Sang Ayah untuk Jaga ESSA
TP Rachmat dan Arif P. Rachmat (Istimewa)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA) menunjuk komisaris baru, Arif P. Rachmat, yang merupakan anak taipan Theodore P. Rachmat.

Sebelumnya, TP Rachmat menjabat sebagai Wakil Komisaris ESSA, bersanding bersama Garibaldi Thohir yang menjabat sebagai Komisaris Utama. Namun, kemudian keduanya mengundurkan diri.

Hadirnya Arif ke bisnis energi dan kimia menjadi hal baru lantaran sebelumnya Arif menggeluti bidang perkebunan dan berbagai lini agri bisnis.

Arif menjadi Co-Founder perusahaan perkebunan kelapa sawiit PT Triputra Agro Persada (TAP) Group dan menjadi komisaris emiten industri kayu PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG).

Sekarang, Arif mendapat mandat dari sang Ayah untuk menggantikan posisinya di kursi komisaris emiten energi dan kimia LPG dan produksi amonia, ESSA. Emiten berkapitalisasi Rp12,37 triliun ini membukukan kinerja yang cukup positif pada laporan keuangan terakhir.

Sampai dengan 9 bulan 2021, ESSA mencatat kenaikan penjualan hingga 94 persen menjadi US$240 juta.

Segmen penjualan amonia mencatat penjualan naik hingga 105 persen dari US$102,22 juta pada 2020 menjadi US$210,85 juta. Adapun, penjualan LPG naik 42,4 persen dari tahun sebelumnya. menjadi US$27,04 juta.

Kinerja positif ESSA terkerek kendati produksi hanya mencapai 487.883 MT, lebih sedikit dari tahun sebelumnya, terdorong oleh kenaikan harga LPG sepanjang 2021 mencapai US$581 per MT dibandingkan tahun sebelumnya di US$399 per MT dan harga amonia mencapai US$441 per MT dari tahun sebelumnya hanya US$227 per MT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komisaris tp rachmat surya esa perkasa
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top