Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja 2021: Laba Mitratel (MTEL) Meroket Ratusan Persen, Siap Bagi Dividen!

Laba bersih Mitratel pada 2021 melonjak 129,4 persen menjadi Rp1,38 triliun, dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp602 miliar.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 10 Maret 2022  |  12:42 WIB
Jajaran Direksi Mitratel (ki-ka) CFO Ian Sigit Kurniawan, CBO Noorhayati Candrasuci, CEO Theodorus Aedi Hartoko, COO Pratignyo Arif. - Istimewa
Jajaran Direksi Mitratel (ki-ka) CFO Ian Sigit Kurniawan, CBO Noorhayati Candrasuci, CEO Theodorus Aedi Hartoko, COO Pratignyo Arif. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel mencatatkan peningkatan kinerja pada tahun 2021. Laba bersih Mitratel tahun lalu melonjak 129,4 persen menjadi Rp1,38 triliun, dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp602 miliar. 

Lonjakan laba bersih anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan. Sepanjang 2021, pendapatan Mitratel tumbuh 11 persen menjadi Rp6,87 triliun, dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp6,18 triliun. 

Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Mitratel pada 2021 mencapai Rp5,18 triliun, meningkat 23,9 persen dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp4,18 triliun. Margin EBITDA naik menjadi 75,5 persen dari 67,6 persen. 

Adapun margin laba bersih Mitratel pada 2021 mencapai 20,1 persen, meningkat dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 9,7 persen. 

Corporate Secretary Mitratel Hendra Purnama mengatakan peningkatan laba bersih ini menandakan bahwa Mitratel memiliki profitabilitas yang tinggi dan dapat mengembalikan value dari investasi shareholders.

"Mitratel berencana membagikan dividen dengan rasio maksimum sebesar 70 persen dari laba bersih tahun buku 2021. Rasio dividen tersebut akan diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham tahunan (RUPST) yang akan dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Hendra dalam keterangan resminya, Kamis (10/3/2022). 

Menurut Hendra, laba bersih perseroan pada 2021 ditopang oleh pertumbuhan organik dan anorganik melalui strategi penjualan yang agresif, dengan memanfaatkan keunggulan portofolio Mitratel yang tersebar secara luas di lokasi-lokasi atraktif. 

Hendra menyebut, sepanjang tahun lalu, Mitratel telah menambah sebanyak 796 tower dan 2.376 tenant secara organik. Selain itu, perseroan melakukan strategi pertumbuhan anorganik yang agresif melalui akuisisi tower Telkomsel sebanyak 8.139 tower dan 8.215 tenant, serta konsolidasi aset tower Telkom sebanyak 798 tower dan 1.432 tenant. 

Dia menuturkan, Mitratel merupakan perusahaan tower provider dengan pertumbuhan kinerja terbaik di Indonesia. Pasalnya, secara tingkat pertumbuhan tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) pendapatan perseroan mencapai 14 persen selama periode 2017-2021. CAGR EBITDA sebesar 29 persen dan CAGR laba bersih mencapai 36 persen. 

Emiten berkode saham MTEL ini juga memastikan likuiditas neraca dan ketersediaan kas untuk mendukung strategi operasional perusahaan. Hal itu ditunjukkan oleh neraca keuangan perseroan pada 2021.

Adapun, nilai aset hingga akhir 2021 mencapai Rp57,72 triliun, meningkat 128,3 persen dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp25,28 triliun. Liabilitas naik 40,7 persen menjadi Rp24,08 triliun dari Rp17,12 triliun. Begitu pula dengan ekuitas yang melonjak 312,2 persen menjadi Rp33,64 triliun dari Rp8,16 triliun.
 
Secara operasional, lanjutnya, Mitratel terus mencatat pertumbuhan tower dan tenant, yang ditopang oleh kesehatan finansial bisnis perusahaan. Jumlah tower hingga akhir 2021 mencapai 28.206 unit, naik 52,7 persen dibandingkan tahun 2020 yang sebanyak 18.473 unit. Jumlah tenant tahun 2021 naik 39,3 persen menjadi 42.594 dari tahun 2020 yang sebanyak 30.570.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten mitratel telkom indonesia
Editor : Dwi Nicken Tari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top