Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Sesi I Tancap Gas! Net Sell Asing Rp5,4 Triliun, Crossing Saham Bank Mega

Tercatat, 304 saham menguat, 231 saham melemah dan 127 saham bergerak stagnan pada akhir sesi I IHSG siang ini.
Karyawan melintas didekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawan melintas didekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Rabu (9/3/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.30 WIB IHSG parkir pada posisi 6.869,68 atau naik 0,81 persen. IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 6.882,34.

Tercatat, 304 saham menguat, 231 saham melemah dan 127 saham bergerak stagnan. Investor asing mencatatkan aksi net foreign sell Rp5,44 triliun di seluruh pasar. Hal ini dipicu oleh transaksi crossing saham PT Bank Mega Tbk. (MEGA) yang mencapai Rp5,9 triliun. 

Investor asing tercatat melego saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebesar Rp87,5 miliar, atau yang terbanyak sejauh ini. Menyusul dibelakangnya adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) senilai Rp61,9 miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) sebesar Rp24,4 miliar.

Adapun saham PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) melesat 16,31 persen. Sebelumnya beredar rumor di pasar, jika PT Indika Energy Tbk. (INDY) mau mengakuisisi SMMT. Namun Head of Investor Relations Indika Energy Ricardo Silaen telah membantah rumor tersebut. "Berita tersebut tidak benar dan tidak ada dasarnya sama sekali," jelasnya. 

Sebelumnya, Indosurya Bersinar Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan IHSG tengah bergerak fluktuatif dan menguji support level terdekat dan diperkirakan diperdagangkan di kisaran 6.811–6.996.

“Masih tercatatnya capital inflow secara year to date dan data perekonomian memperlihatkan cadangan devisa masih menunjukkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia berada dalam kondisi stabil,” tulis Indosurya Bersinar Sekuritas dalam risetnya, Rabu (9/3/2022).

Pemerintah mengumumkan cadangan devisa pada Februari 2022 naik tipis US$100 juta menjadi US$141,4 miliar. Kenaikan ini dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

Di sisi lain, fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas juga akan turut mewarnai pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Indosurya Bersinar Sekuritas memperkirakan hari ini IHSG terkonsolidasi.

Adapun beberapa saham pilihan yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini menurut rekomendasi Indosurya Bersinar Sekuritas di antaranya TBIG, SMGR, CTRA, TLKM, BBCA, INDF, dan ASRI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper