Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Samuel Sekuritas Upgrade Rekomendasi Saham Erajaya (ERAA) Jadi Buy

Analis Samuel Sekuritas meyakini bahwa penjualan produk-produk baru, strategi digitalisasi, dan diversifikasi bisnis dapat terus memperkuat kinerja ERAA.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 14 Februari 2022  |  20:20 WIB
Samuel Sekuritas Upgrade Rekomendasi Saham Erajaya (ERAA) Jadi Buy
Karyawan beraktivitas di salah satu gerai Erafone milik PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) di Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Samuel Sekuritas memperbarui rating untuk saham PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) dari sell menjadi buy. Hal ini didorong oleh prospek penjualan produk di segmen telepon seluler dan tablet terbaru, strategi digitalisasi, dan diversifikasi bisnis perusahaan.

Analis Samuel Sekuritas Pebe Peresia mengemukakan penjualan dan laba bersih ERAA per kuartal III/2021 turun 6,5 persen dan 42,7 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter) akibat penerapan PPKM darurat. Namun, secara kumulatif sampai September 2021, pendapatan dan laba bersih ERAA tumbuh 34,6 persen (year-on-year/YoY) dan 143,7 persen yoy, didorong oleh kenaikan penjualan segmen telpon seluler dan tablet yang menyumbang 79,4 persen dari total penjualan ERAA.

“Kami meyakini bahwa penjualan produk-produk baru, strategi digitalisasi, dan diversifikasi bisnis dapat terus memperkuat kinerja ERAA ke depan. Kami meng-upgrade rekomendasi kami menjadi buy dari sell dengan target harga saham Rp785,” kata Pebe melalui riset, Senin (14/2/2022).

Penjualan telepon seluler dan tablet ERAA tercatat tumbuh 43,0 persen yoy. Volume penjualan segmen telepon selular dan tablet sampai September 2021 tumbuh 15,8 persen yoy menjadi 8,4 juta unit.

Average Selling Price (ASP) juga naik sebesar 23,5 persen menjadi Rp3 juta. Hal ini mendorong pertumbuhan penjualan segmen yang menyumbang 79,4 persen dari total penjualan ERA sebesar 43 persen yoy menjadi Rp24,8 triliun.

“Kami memperkirakan angka penjualan segmen ini dapat terus bertumbuh, salah satunya didorong oleh rilis iPhone 13 pada November 2021 yang diperkirakan dapat mendongkrak penjualan ERAA pada kuartal IV/2021 dan kuartal I/2022,” katanya.

Pebe juga mengatakan pertumbuhan kinerja ERAA sepanjang Januari sampai September 2021 didorong oleh strategi digital perusahaan melalui penjualan di e-commerce, mobile selling, EraXpress, serta pameran online.

Di luar itu, strategi diversifikasi bisnis ERAA antara lain ke sektor makanan melalui Paris Baguette dan akuisisi saham Sushi Tei, serta ke industri kecantikan dan kesehatan melalui The Face Shop juga akan mengerek kinerja.

“Apotek Wellings serta JD Sports juga diperkirakan akan dibuka di tahun ini dan dapat meningkatkan margin keuntungannya yang selama ini relatif kecil,” katanya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham erajaya swasembada emiten ritel
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top