Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Fitch Kerek Rating Alfamart (AMRT) Jadi AA

Fitch Ratings menyebutkan kenaikan peringkat merefleksikan ekspektasi bahwa profil bisnis dan keuangan Alfamart yang kuat akan terus sepadan dengan peringkat AA(idn).
Logo Alfamart dan Alfamidi
Logo Alfamart dan Alfamidi

Bisnis.com, JAKARTA — Fitch Ratings Indonesia menaikkan peringkat nasional jangka panjang PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) dari AA- (idn) menjadi AA (idn) dengan outlook stabil.

Tim Fitch Ratings mengatakan kenaikan peringkat itu merefleksikan ekspektasi bahwa profil bisnis dan keuangan Alfamart yang kuat akan terus sepadan dengan peringkat AA(idn). Meski demikian, potensi AMRT berisiko terhambat oleh pembatasan pergerakan karena pandemi Covid-19 pada 2022.

“Risiko itu termitigasi oleh rekam jejak perusahaan dalam hal perbaikan penjualan dan profitabilitas yang cepat setelah pembatasan pada 2021, ditopang oleh format minimarket,” tulisnya dalam pengumuman resmi, yang dikutip Selasa (8/2/2022).

Lebih lanjut, Fitch Ratings berharap arus kas internal AMRT dapat mencukupi belanja modal dan pengembalian pemegang saham Alfamart. Perusahaan juga diproyeksi dapat mempertahankan margin free cash flow (FCF) di atas 1 persen untuk 2 hingga 3 tahun mendatang.

“Kami memperkirakan margin EBITDA Alfamart membaik ke sekitar 6,5 persen pada 2021, dari 6,1 persen pada 2020 dan akan stabil di 6,6 persen mulai 2023,” paparnya.

Margin EBITDA Alfamart, lanjutnya, juga akan ditopang oleh kenaikan pendapatan lain-lain dari biaya pemrosesan portal pembayaran dan sewa tempat.

Dalam 2 tahun mendatang, AMRT diperkirakan akan mempertahankan rencana pembukaan sekitar 1.200 toko secara konsolidasi. Alfamart juga telah merencanakan belanja modal gudang baru untuk mmendukung perkembangan operasinya di Jawa dan Sulawesi.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria Trijaya Tomin Widian menyampaikan belanja modal perseroan akan digunakan untuk pembukaan gerai baru dan memperpanjang kontrak gerai yang akan habis masa sewanya.

“Pada 2022, perseroan memiliki target untuk membuka 800—1.000 gerai baru dengan capex yang dialokasikan sebesar Rp3,4 triliun—Rp3,5 triliun,” kata Tomin kepada Bisnis, Jumat (4/2/2022).

AMRT akan fokus membuka gerai baru di luar Pulau Jawa karena memiliki potensi pasar yang masih besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper