Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Kripto Diramal Tembus 1 Miliar pada Akhir 2022, Simak Prediksinya

Beberapa tokoh terkenal telah mendukung cryptocurrency termasuk gelombang politisi dan atlet di Amerika, yang baru-baru ini yang menerima gaji dalam Bitcoin.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 31 Januari 2022  |  13:56 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Fans sejati aset kripto disebut tidak terpengaruh oleh pelemahan harga Bitcoin cs yang terjun bebas belakangan ini.

Mengutip Bloomberg, Senin (31/1/2022), platform perdagangan Crypto.com memperkirakan 1 miliar orang akan berinvestasi dalam cryptocurrency pada akhir 2022. Ini adalah target yang tinggi. Tidak hanya jumlahnya lebih dari tiga kali lipat dari tahun lalu, berdasarkan data Crypto.com, tetapi banyak yang menduga Bitcoin dan aset digital lainnya saat ini memasuki musim ‘dingin’ kripto.

Penurunan berkelanjutan dalam aset berisiko selana Januari 2022 telah membuat Bitcoin turun sekitar 45 persen nilainya dari level tertinggi di bulan November. Ini cukup untuk mengembalikan ketakutan tren bearish yang berlarut-larut seperti yang terjadi pada 2018.

“Tahun ini akan menjadi tahun pertama di mana pelaku pasar tidak dapat mengatakan bahwa kripto tidak lagi menjadi arus utama,” kata Gritt Trakulhoon, seorang analis investasi di Titan Global Capital Management USA Inc.

Mayoritas orang yang berinvestasi dalam aset digital membeli untuk tujuan spekulatif, berharap mengantongi imbal hasil atau keuntungan. Namun, beberapa tokoh terkenal telah mendukung cryptocurrency termasuk gelombang politisi dan atlet di Amerika, yang baru-baru ini yang menerima gaji dalam Bitcoin. Hal ini terus menegaskan jika aset kripto masuk ke area mainstream atau adopsi massal.

Menurut Anastasia Amoroso, kepala strategi investasi di iCapital, tantangan tetap ada bagi investor pemula dalam cryptocurrency. Misalnya, volatilitas harga karena pasar bergulat dengan ketidakpastian atas kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika, Federal Reserve. Ditambah lagi beberapa hal rumit bagi investor ritel untuk memahami cara mengoperasikan aplikasi Web3.

“Serius, saya tidak bisa memberi tahu Anda betapa sulitnya menjelaskan kepada seseorang bagaimana mengatur semuanya. Banyak modal yang dituangkan ke dalam sistem untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan. Itu akan diperlukan agar adopsi massal terjadi,” kata Trakulhoon.

Meskipun ada kendala, investor kripto tetap diprediksi tumbuh tahun ini. Sebagai informasi, pada 2021 yang disebut sebagai momen terobosan untuk aset digital, jumlah investor meningkat 178 persen menjadi 295 juta investor, menurut Crypto.com.

Chief Executive Officer FTX Sam Bankman-Fried mengatakan ada peluang nyata untuk mencapai tonggak 1 miliar investor kripto. 

“Ada beberapa aplikasi investasi yang mereka sendiri memiliki sekitar satu miliar pengguna, jadi jika salah satu dari mereka akhirnya membawa banyak pengguna mereka ke pasar kripto, itu saja bisa sangat dekat dengan target. Kita belum sejauh itu," jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency mata uang kripto Ethereum aset kripto

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top