Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sederet Katalis Dorong Kinerja Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) pada 2022

Peningkatan harga pulp dan pertumbuhan permintaan kemasan kertas dapat mendorong kinerja Indah Kiat (INKP) pada tahun ini.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  19:17 WIB
Aktivitas di pabrik kertas PT Indah Kiat and Pulp Paper di Serang, Banten. - indakiat
Aktivitas di pabrik kertas PT Indah Kiat and Pulp Paper di Serang, Banten. - indakiat

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah katalis diyakini akan mempengaruhi kinerja emiten kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) pada 2022.

Analis BNI Sekuritas Mikhail Johanes dalam risetnya mengatakan, meredanya krisis energi di China telah membawa sinyal positif bagi harga komoditas global, termasuk pulp.

"Apabila gangguan pasokan menjadi normal dan harga turun, kami memperkirakan top line INKP tetap kuat karena lonjakan permintaan dari kemasan kertas dan produk tisu," kata Mikhail dalam risetnya, dikutip Senin (24/1/2022).

Selain itu, katalis datang dari pengenaan cukai kantong plastik. Sebagaimana diketahui, pada akhir 2021 Pemerintah Indonesia menargetkan penerimaan cukai dari kantong plastik sebesar Rp1,9 triliun pada APBN 2022.

Menurut Mikhail, hal ini akan menguntungkan produsen kertas seperti INKP, karena pihaknya melihat tren kemasan akan bergerak menuju kemasan kertas dan produk daur ulang lainnya.

Meski demikian, Mikhail melihat masih ada sentimen negatif yang dapat berdampak ke kinerja INKP pada 2022. Sentimen tersebut adalah gangguan rantai pasokan akibat kurangnya kontainer kargo dari kemacetan pelabuhan.

"Hal ini dapat membuat biaya pengiriman yang lebih tinggi dan menghambat laba perusahaan," ucapnya.

Sebaliknya, apabila biaya pengiriman menjadi normal di 2022, menurutnya hal ini akan menjadi pertanda baik bagi keuntungan produsen meskipun terdapat tekanan harga pulp.

"Dalam pandangan kami, jika harga pulp turun, produsen kertas masih dapat mempertahankan profitabilitas mereka karena lonjakan permintaan untuk kemasan dan tisu sangat berbeda," tulisnya.

Adapun BNI Sekuritas mempertahankan peringkat beli dengan target harga atau target price (TP) Rp10.100 untuk saham INKP.

Pada penutupan perdagangan Senin (24/1/2022), saham INKP turun 2,53 persen atau 200 poin menuju Rp7.700. Kapitalisasi pasarnya Rp42,13 triliun dengan valuasi PER 5,65 kali.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas rekomendasi saham indah kiat inkp
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top