Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Provident Berkomitmen Ikut Rights Issue Bank Neo Commerce (BBYB)

Presiden Direktur PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) Tjandra Gunawan membenarkan adanya ketertarikan dari Grup Provident, salah satu investor existing perseroan, untuk mendukung pertumbuhan perusahaannya.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 22 Januari 2022  |  22:30 WIB
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Neo Commerce di Jakarta, Rabu (5/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Neo Commerce di Jakarta, Rabu (5/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Direktur PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) Tjandra Gunawan membenarkan adanya ketertarikan dari Grup Provident, salah satu investor existing perseroan, untuk mendukung pertumbuhan perusahaannya.

Tjandra pun mengamini komitmen Provident untuk berpartisipasi lagi dalam rights issue terdekat BBYB yang akan dihelat pada awal kuartal II/2022.

“Salah satu pemegang saham kami adalah Provident Growth. Provident juga sedikit banyak Akulaku dan Gozco, dan memang ada investor-investor existing itu mereka komit untuk ikut lagi rights issue ini,” kata Tjandra dalam diskusi virtual yang dihelat Indonesia Investment Education, Sabtu (22/1/2022).

Sebagai gambaran, Provident memiliki porsi kecil (di bawah 5 persen) kepemilikan di BBYB melalui beberapa entitas. Di antaranya adalah Provident Growth Fund II GP Ltd yang memegang kepemilikan 71,81 juta lembar (0,96 persen), dan Provident Advisor Ltd sebanyak 40,71 juta lembar (0,54 persen) per akhir November 2021.

Winoto Kartono, sosok konglomerat pendiri Grup Provident, juga memiliki porsi saham BBYB atas nama pribadinya.

Sosok yang kini menjabat sebagai komisaris PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) tersebut menggenggam 120,4 juta lembar atau setara dengan 1,61 persen saham BBYB.

Tjandra secara pribadi tidak bisa memastikan apakah pasca-rights issue mendatang porsi kepemilikan Provident akan bertambah signifikan. Namun, dia menebar kisi-kisi bahwa kemungkinan peningkatan cukup besar.

“Apakah akan memperbesar kapasitasnya, terutama yang bisa dibilang pemain-pemain baru? Jawabannya ya, kemungkinan itu besar sekali.”

Sayangnya, Tjandra tidak memberikan gambaran konkret apakah Provident merupakan sosok calon investor strategis perseroan.

Saat ini memang ada sejumlah pihak yang tengah melakukan negosiasi untuk menjadi investor strategis perseroan. Hanya saja, kepastian siapa pihak tersebut belum bisa diumumkan.

“Kalau misal investor strategis, kami ada pembicaraan dengan beberapa investor strategis, tetapi maaf, saya belum bisa share dulu karena ini masih Januari 2022. Masih terlalu awal banget untuk saya umumkan,” imbuhnya.

Pernyataan Tjandra soal komitmen Provident sekaligus mengamini bocoran dari CEO Akulaku William Li. Dalam diskusi internal dengan Tim Riset Verdhana Sekuritas belum lama ini, bos entitas pengendali BBYB tersebut sempat membocorkan bahwa Provident berencana menambah kepemilikannya di BBYB.

Adapun, pada tahun ini rights issue BBYB ditargetkan mampu menggalang dana segar Rp5 triliun. Bila target tersebut tercapai, bank yang terkoneksi dengan gurita bisnis Alibaba itu berpotensi menjadi bank digital dengan ekuitas terbesar, serta naik kasta jadi kelompok bank dengan modal inti (KBMI) 2.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue bank neo commerce
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top