Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Naikkan Belanja Modal di 2022, Cek Saham LQ45 Pilihan

Tren belanja modal perusahaan-perusahaan di pasar modal bisa lebih besar di tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu lantaran berlanjutnya pemulihan ekonomi.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 16 Januari 2022  |  13:14 WIB
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa emiten di pasar modal telah menyiapkan belanja modal yang lebih besar dari tahun lalu, untuk melakukan ekspansi pada 2022.

Misalnya saja PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang meningkatkan jumlah belanja modalnya menjadi US$250 juta tahun ini, dari US$175 juta tahun lalu.

Begitu pula PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$750 juta pada 2022. Belanja modal ini meningkat banyak, dari US$290 pada juta tahun lalu.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas melihat, tren belanja modal perusahaan-perusahaan di pasar modal bisa lebih besar di tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini karena pemulihan ekonomi yang terus berlanjut di 2022.

"Dan yang pastinya kondisinya saat ini jauh lebih baik, karena pastinya vaksinasi nasional ataupun global tahun ini angka persentasenya lebih tinggi dan ditargetkan selesai tahun ini juga untuk dosis 1 dan 2," kata Sukarno kepada Bisnis, Sabtu (15/1/2022).

Selain itu, lanjutnya, tambahan vaksin dosis ketiga atau booster, nantinya akan memperkuat keyakinan pemerintah untuk tidak perlu menerapkan PPKM lanjutan jika nanti terjadinya kasus meningkat. Dengan demikian, pemulihan ekonomi tidak ada hambatan.

"Asumsi tersebut membuat emiten-emiten tanpa ragu mulai berekspansi dan menaikan capex mereka," ucapnya.

Dengan asumsi ini, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati beberapa saham di jajaran LQ45. Saham tersebut adalah INTP, TPIA, ERAA, MNCN, PGAS, dan MEDC.

Lalu ada saham WIKA, PTPP, TOWR, MIKA, ASII, dan UNTR. Kemudian saham JPFA, INDF, BSDE, BBRI, dan BBTN.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja modal rekomendasi saham lq45
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top