Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mitratel Kuasai 25 Persen Industri Menara, Intip Strateginya pada 2022

Mitratel memiliki 25 persen pangsa pasar bisnis menara dan semua operator sudah memakai jasanya.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  11:24 WIB
(Ki-Ka) Direktur Operasi dan Pembangunan Mitratel Pratignyo Arif Budiman, Direktur Bisnis Mitratel Noorhayati Candrasuci, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel Ian Sigit Kurniawan saat press conference pencatatan saham perdana di Jakarta, Senin (22/11/2021) - Dok. Perusahaan
(Ki-Ka) Direktur Operasi dan Pembangunan Mitratel Pratignyo Arif Budiman, Direktur Bisnis Mitratel Noorhayati Candrasuci, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel Ian Sigit Kurniawan saat press conference pencatatan saham perdana di Jakarta, Senin (22/11/2021) - Dok. Perusahaan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel menyiapkan empat strategi khusus memasuki 2022.

Direktur Utama Dayamitra Telekomunikasi Theodorus Ardi Hartoko mengatakan strategi pertama adalah memperbesar kontribusi bisnis organik. Caranya adalah dengan menggenjot layanan built to suit (B2S) dan kolokasi menara dari operator jaringan seluler.

Kedua, melanjutkan aksi merger dan akuisisi aset menara dari Telkomsel maupun perusahaan yang lebih kecil. Ketiga, Mitratel akan melakukan ekspansi dengan menyediakan beberapa layanan baru.

"Saat ini kami tengah mengembangkan portofolio layanan infrastruktur digital lengkap bagi operator. Termasuk dengan melakukan fiberisasi menara, mengaplikasikan infrastruktur as a service sehingga kami bisa menyediakan jaringan IoT bagi klien," katanya Senin (10/1/2022).

Selain itu, Mitratel menyasar ekspansi ke penyediaan small cells sehingga bisa memberikan solusi infrastruktur untuk pemanfaatan 5G. Adapun strategi keempat adalah meningkatkan efisiensi belanja modal dan biaya operasional supaya profitabilitas naik dan menambah arus kas.

Menurutnya dengan dana IPO serta leverage dan biaya utang yang rendah dibandingkan dengan operator lainnya. Maka perseroan optimistis bisa menyambut setiap peluang.

Saat ini, MTEL telah memiliki 28.076 menara sampai kuartal III/2021. Adapun 57 persen menara berada di luar pulau jawa.

Dia optimistis dengan persebaran pengguna internet ke seluruh Indonesia. Maka perseroan bisa membantu ekspansi perusahaan digital ke wilayah baru.

Teddy menambahkan perseroan memiliki 25 persen pangsa pasar bisnis menara. Dia pun menegaskan semua operator telah menggunakan jasa perseroan.

"Mitratel telah melayani 42.000 tenant yang menggunakan fasilitas tower. Jumlahnya kami harapkan terus bertambah dengan dibukanya jaringan 5G oleh pemerintah," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom Kinerja Emiten mitratel emiten menara
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top