Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ambisi Raja Menara, Mitratel (MTEL) Buka Pintu Penyewaan di Luar Telkomsel

Saat ini, terbuka peluang luas untuk menarik kolokasi dari semua operator karena sebaran lokasi menara Mitratel yang atraktif.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  18:08 WIB
Ambisi Raja Menara, Mitratel (MTEL) Buka Pintu Penyewaan di Luar Telkomsel
Aset menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. atau Mitratel. Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. itu berencana melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. - Mitratel.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel bakal membuka pintu penyewaan menara kepada operator di luar Telkomsel.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengungkapkan alasan rendahnya tenansi rasio disebabkan kewajiban perseroan untuk menyewakan hanya kepada satu operator. Akan tetapi kewajiban tersebut dicabut setelah transaksi menara telah selesai.

Saat ini, lanjutnya, terbuka peluang luas untuk menarik kolokasi dari semua operator karena sebaran lokasinya yang atraktif. Lalu didukung dengan rencana Mitratel untuk mendorong layanan penyewaan menara dengan fiberisasi. Sehingga, strategi ini akan semakin menunjang operator telekomunikasi dalam memberikan layanan digital tak terbatas bagi pelanggannya.

"Kami juga berhasil menambah portfolio menara melalui inorganic dari Telkomsel 4.000 menara dan Telkom 798 menara sehingga total portfolio menara menjadi 28.079 sites atau tumbuh 72,9 persen dengan 42.137 tenan atau tenancy ratio 1,5 kali," katanya dalam keterangan resmi Kamis (30/12/2021).

Teddy menambahkan, tenancy ratio yang masih rendah ini terjadi akibat pembelian menara yang sebelumnya terbatas untuk 1 operator.

Teddy menyatakan manajemen akan fokus pada beberapa rencana yaitu organic growth dengan lebih aggresif, baik membangun baru maupun menambah kolokasi untuk seluruh operator. Mitratel juga independen dalam mengoptimalkan portfolio menara yang tersebar di Indonesia di lokasi yang strategis khususnya menara yang telah diakuisisi dari Telkomsel untuk dapat dimanfaatkan oleh operator lain seperti EXCL, ISAT dan FREN.

Kedua, perseroan melanjutkan agresivitas aksi inorganic growth dengan konsolidasi lanjutan menara Telkom Group maupun dari konsolidasi di pasar domestik. "Jika ada peluang menarik yang tetap memberikan nilai tambah bagi pemegang saham maka Mitratel juga tidak menutup kemungkinan untuk menjadi konsolidator industri maupun ekplorasi di regional," imbuhnya.

Ketiga, ekspansi ke layanan baru dengan membangun kapabilitas menuju infrastruktur digital, baik berupa fiberisasi menara melalui membangun, partnership secara business to business agreement maupun akuisisi.

Keempat, mendorong efisiensi yang lebih baik untuk operasional, belanja modal maupun operasional dengan integration system IT (digitalisasi) dan managemen asset.

Menurutnya Indonesia termasuk negara dengan rasio populasi per menara yang masih rendah sehingga pengembangan jaringan telekomunikasi masih sangat menjanjikan. 

MTEL, lanjutnya memiliki competitive advantages yang khas yaitu 58 persen menara berada di luar Jawa dan potensi lainnya yaitu hasil akuisisi menara dari Telkomsel tahun sebelumnya. Langkah tersebut dapat dimanfaatkan oleh operator telekomunikasi lain untuk memperluas jangkauan jaringannya.

"Karenanya Mitratel yakin menjadi pemain yang terbesar dan terkuat di industri menara untuk mendukung ekosistem digital di Indonesia,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menara telekomunikasi mitratel emiten menara
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top