Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Medco (MEDC) Siapkan Total Capex US$325 Juta pada 2022, Untuk Apa Saja?

Jumlah belanja modal yang disiapkan Medco tersebut jauh lebih tinggi dari alokasi tahun ini.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 20 Desember 2021  |  13:21 WIB
Fasilitas produksi dan penyimpanan terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) Belanak di South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco E&P Natuna (MEPN). Istimewa - SKK Migas.
Fasilitas produksi dan penyimpanan terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) Belanak di South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco E&P Natuna (MEPN). Istimewa - SKK Migas.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten energi PT Medco Energi Tbk. (MEDC) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga US$325 juta untuk tahun 2022.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, tahun depan emiten bersandi MEDC ini menyiapkan belanja modal tersebut untuk segmen minyak dan gas sebesar US$275 juta, dan untuk segmen ketenagalistrikan US$50 juta.

Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dari target tahun ini dengan target capex untuk migas US$150 juta, dan untuk ketenagalistrikan US$65 juta.

Pada sembilan bulan tahun ini sendiri, MEDC baru menghabiskan capex sebesar US$53 juta. Perinciannya, belanja modal minyak dan gas sebesar US$31 juta digunakan untuk pengembangan beberapa proyek pengembangan migas di South Natuna Sea Block B PSC.

“Pekerjaan pengembangan ini akan berlanjut hingga 2022 dengan gas pertama di lapangan Hiu diharapkan pada kuartal II/2022, gas pertama di Proyek Belida Extension pada kuartal IV/2022, dan minyak pertama di lapangan Forel dan gas di lapangan Bronang diharapkan pada kuartal IV/2023,” ungkap CEO Medco Roberto Lorato dalam siaran pers, Senin (20/12/2021).

Kemudian, sisanya US$22 juta untuk segmen listrik digunakan untuk menyelesaikan commissioning IPP Riau 275MW, pembangunan fasilitas Solar PV 26MWp di Sumbawa, dan pengembangan panas bumi Tahap-1 30MW di Ijen.

Dari sisi kinerja keuangan, selama sembilan bulan tahun ini, MEDC ini mencatatkan Ebitda sebesar US$508 juta atau naik 25 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Adapun, pada kuartal III/2021 sendiri, MEDC mencatatkan Ebitda sebesar US$190 juta, naik dari kuartal kedua karena harga dan permintaan yang kembali pulih pasca-pembatasan sosial (PPKM).

Selanjutnya, MEDC mencetak laba bersih sebesar US$56 juta, dari tiga lini usaha. Dari segmen Minyak dan Gas menyumbang laba US$140 juta, Ketenagalistrikan US$21 juta, dan Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) US$48 juta.

“Ini diimbangi dengan biaya kantor pusat dan pembiayaan kegiatan keuangan,” ungkap Roberto. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja modal medco medco energi internasional medc
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top