Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Duo Emiten Grup Salim INDF & ICBP Gurih, Simak Rekomendasi Mirae Asset

Memasuki 2022, Mirae yakin kondisi secara bertahap bisa lebih baik dari tahun ini.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 30 November 2021  |  19:00 WIB
Indofood - Antara
Indofood - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan kinerja sektor konsumer cukup optimistis walaupun tetap harus berhati-hati. Duo emiten grup salim jadi andalan rekomendasinya.

Analis Sektor Konsumer Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mimi Halimin menjelaskan pada 2020-2021 menjadi tahun penuh tantangan akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

"Kami percaya bahwa 2022 akan membawa potensi pemulihan penjualan baru. Beberapa indikator makro telah menunjukkan secara bertahap membaik, sejalan dengan tren penurunan kasus harian Covid-19 di Indonesia," ujarnya, Selasa (30/11/2021).

Sepanjang 2021, perusahaan konsumen menghadapi masa-masa sulit untuk mempertahankan margin profitabilitas setidaknya karena tiga alasan, yakni kenaikan harga komoditas, daya beli yang lambat pemulihan akibat pandemi berkepanjangan, dan/atau bauran produk.

Memasuki 2022, Mirae yakin kondisi secara bertahap bisa lebih baik dari tahun ini. Pembukaan kembali ekonomi harus menjadi pertanda baik bagi pemulihan daya beli, yang diterjemahkan menjadi penjualan yang lebih baik bagi konsumen perusahaan.

"Prospek harga komoditas sulit diprediksi, tetapi kami yakin itu bisa menjadi normal turun dari level tahun penuh 2021, karena kesenjangan permintaan pasokan kemungkinan akan mereda," katanya.

Sementara itu, Mirae juga percaya bahwa risiko kenaikan harga komoditas dapat dimitigasi dengan melewati harga yang lebih tinggi masukan biaya kepada konsumen dan/atau melakukan efisiensi biaya, terutama di tingkat operasional.

"Untuk saat ini, meskipun mungkin masih lebih rendah dari tingkat margin kotor tahun penuh 2020 untuk ICBP, KLBF, dan UNVR, kami percaya bahwa mereka dapat mempertahankan margin kotor tahun penuh 2022 relatif stabil dari margin kotor tahun penuh 2021," jelasnya.

Lebih lanjut, Mirae mengharapkan laba bersih ICBP dan INDF pada tahun penuh 2022 tumbuh masing-masing sekitar 8,3 persen dan 8,8 persen secara tahunan.

Meskipun demikian, sebagian besar harga saham perusahaan konsumen masih cukup tertinggal dibandingkan dengan kenaikan IHSG. Seiring dengan pembukaan kembali perekonomian dan perbaikan kegiatan perekonomian secara bertahap, dia percaya bahwa harga saham perusahaan konsumen juga bisa mengikuti optimisme.

"Secara keseluruhan, kami masih mempertahankan pandangan Netral kami di sektor konsumen. Kami berharap bahwa 2022 akan menjadi tahun pemulihan yang akan mengarah pada penjualan yang lebih baik bagi perusahaan konsumen," katanya.

Namun, Mirae peningkatan kecil pada 2022 upah minimum provinsi mungkin membatasi pemulihan daya beli. Kenaikan harga komoditas tetap berisiko untuk margin profitabilitas perusahaan konsumen, tetapi dapat dikurangi.

Sementara itu, kecepatan pemulihan mungkin berlaku berbeda untuk setiap perusahaan konsumen. Mimi memiliki rekomendasi Beli di ICBP dan INDF.

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan beli untuk saham ICBP dengan target harga Rp10.925, sedangkan untuk INDF rekomendasi buy juga dengan target harga di level Rp8.300.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood rekomendasi saham indofood cbp mirae
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top