Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Volatil, Bisakah NAB Reksa Dana Lampaui Capaian 2020 Rp573 Triliun?

Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp558,16 triliun pada Oktober 2021.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 28 November 2021  |  09:43 WIB
Pasar Volatil, Bisakah NAB Reksa Dana Lampaui Capaian 2020 Rp573 Triliun?
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Asset Under Management (AUM) industri reksa dana terus bergerak stabil sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NAB reksa dana mencapai level tertingginya pada Januari, yakni senilai Rp571,26 triliun. NAB reksa dana sempat mengalami penurunan hingga sebesar Rp536,1 triliun pada Juni 2021, tetapi, perlahan naik hingga mencapai Rp558,16 triliun pada Oktober 2021.

Direktur Utama Pinnacle Persada Investama, Guntur Putra mengatakan, meski NAB menurun di pertengahan tahun, tetapi sudah mulai ada peningkatan NAB sejak Agustus seiring dengan peningkatan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tiga bulan terakhir.

"Ada peningkatan juga secara keseluruhan di NAB industri karena reksa dana berbasis saham juga porsinya cukup besar di industri," kata Guntur kepada Bisnis, dikutip Minggu (27/11/2021).

Dia melanjutkan, melihat dari tren saat ini, ketika NAB reksa dana pada akhir tahun lalu mencapai Rp573 triliun, sangat mungkin NAB reksa dana pada tahun ini melampaui pencapaian tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan NAB ini juga seiring dengan terjadinya peningkatan kinerja di IHSG dan ekspektasi pasar yang membaik dalam tiga bulan terakhir, seiring dengan kondisi Covid-19 yang sudah cukup terkontrol dan mereda jika dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.

"Ini juga diikuti dari meningkatnya jumlah Unit Penyertaan [UP] investor reksadana di tiga bulan terakhir, ketika mulai banyak investor yang kembali berinvestasi di reksa dana," ujar dia.

Akan tetapi, lanjut Guntur, perlu dicermati juga jika kondisi pasar cukup volatil saat ini, terutama ekspektasi pasar terkait kenaikan tingkat suku bunga dan risiko inflasi global yang secara langsung juga akan mempengaruhi kondisi pasar.

Adapun, Guntur melihat prospek NAB reksa dana pada satu bulan terakhir 2021 akan bergantung pada kondisi pasar.

"Tapi harapan kami, prospek NAB atau AUM industri reksa dana juga akan bertumbuh secara sehat dan stabil, dan ada peningkatan untuk di sisa satu bulan tahun ini," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG pasar modal reksa dana aum
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top