Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Momen Window Dressing pada Desember, Ini Saham Pilihannya

Memasuki akhir tahun, pasar menantikan fenomena kenaikan kinerja saham di bulan Desember atau window dressing.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 28 November 2021  |  08:27 WIB
Ilustrasi investor menganalisis pergerakan saham melalui laptop - Freepik.com
Ilustrasi investor menganalisis pergerakan saham melalui laptop - Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu mencatatkan kinerja positif selama lima tahun terakhir.

Memasuki akhir tahun, pasar menantikan fenomena kenaikan kinerja saham di bulan Desember atau window dressing. Senior Analyst Henan Putihrai Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan window dressing tidak harus terjadi di bulan Desember.

"November benar-benar hujan, demikian juga harga-harga saham mulai jatuh ke bumi seperti hujan. Bolehkah berharap pada Desember dan window dressing? Jika boleh mengingatkan, window dressing bukanlah sebuah kewajiban, tidak harus terjadi," kata Liza kepada Bisnis, Sabtu (27/11/2021).

Dia menjelaskan window dressing tidak harus terjadi, terlebih ketika IHSG secara teknikal sudah mencapai target konservatif tahun ini di level 6.750.

Dengan sentimen-sentimen pada Desember, Liza mencermati market Indonesia yang dikenal digerakkan oleh komoditas (commodity driven), kali ini agak sulit mengharapkan banyak sentimen positif dari sektor komoditas. Pasalnya, permintaan global yang terancam kembali macet, akan turut memperlambat suplai dan pendapatan.

"Oleh karena itu, menyikapi penurunan yang terjadi Jumat kemarin, kami berpendapat bahwa kita harus maklum jika IHSG memilih untuk masih melanjutkan konsolidasi ke arah 6.520-6.480," ujarnya.

Adapun untuk target akhir tahun, Henan Putihrai Sekuritas berpendapat jika IHSG masih bisa dipertahankan di atas level support 6.500, atau bahkan mampu ditutup sekitar range resistance 6.750-6.850.

Sementara itu, Head of Investment Research Infovesta Wawan Hendrayana mengatakan, selama 20 tahun terakhir IHSG tidak pernah terkoreksi di bulan Desember.

Wawan melihat masih ada beberapa sektor yang menarik untuk dicermati selama Desember.

"Saham perbankan menarik. Jadi ada beberapa bank besar yang di Desember itu selalu positif lima tahun terakhir," kata Wawan.

Kemudian, saham lainnya adalah saham di sektor telekomunikasi. Menurut Wawan, saham emiten telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menarik untuk diperhatikan setelah memasukkan anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel melantai ke bursa.

Sektor saham selanjutnya yang menurut Wawan patut dicermati adalah sektor ritel. Sektor ini menurutnya akan tumbuh seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat yang diharapkan akan meningkatkan aktivitas konsumsi juga.

"Kalau berdasarkan data yang sering window dressing itu saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), emiten pengelola minimarket Alfamart. Akan tetapi ini tidak menjamin ya akan terulang, tapi, secara historis seperti itu," tutur dia.

Selain itu, menurutnya saham emiten milik Grup Salim, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) juga menurut Wawan secara prospek menarik.

"Juga saham emiten kertas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menarik karena konsumsi kertas naik dengan adanya pelarangan pembungkus plastik dilarang. Dengan sentimen itu, kebutuhan kertas untuk pembungkus meningkat," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham window dressing
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top