Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Window Dressing, IHSG Diramal Lanjutkan Tren Positif pada Akhir Tahun

Masih banyak sentimen negatif yang akan mempengaruhi gerak IHSG pada akhir tahun.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 28 November 2021  |  08:23 WIB
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren positifnya yang tidak pernah terkoreksi selama 20 tahun terakhir pada Desember.

Head of Investment Research Infovesta, Wawan Hendrayana mengatakan, selama 20 tahun terakhir IHSG tidak pernah terkoreksi pada Desember.

"Dengan kemarin Jumat (26/11/2021) IHSG koreksi, saya yakin di Desember bisa positif lagi," kata Wawan kepada Bisnis, dikutip Minggu (28/11/2021).

Wawan melanjutkan, pada Desember, IHSG ditargetkan ditutup pada level 6.600. Dengan target tersebut, sepanjang IHSG kembali ke level 6.700, menurut Wawan window dressing telah terjadi.

"Saya sarankan untuk investor cari kesempatan, mumpung IHSG-nya masih terkoreksi," ujarnya.

Meski demikian, Wawan mencermati masih banyak sentimen negatif yang akan mempengaruhi gerak IHSG. Sentimen tersebut seperti perkembangan tapering di AS yang bisa berpengaruh ke pasar saham Indonesia.

Kemudian, munculnya varian Covid-19 baru yakni B.1.1.529 juga dikhawatirkan menjadi katalis negatif bagi gerak IHSG.

"Kalau sampai itu masuk ke Indonesia, saya rasa itu akan jadi katalis negatif yang lumayan karena berarti ruang gerak akan diperketat. Kalau terjadi, pasti bisa membuat outlook pertumbuhan ekonomi meleset lagi," tutur dia.

Sementara sentimen lain yang akan mempengaruhi gerak IHSG adalah data-data fundamental dalam negeri, seperti data inflasi sampai November dan data neraca perdagangan. Namun, Wawan tidak khawatir data-data ini akan menjadi pemberat gerak IHSG.

"Kalau data-data itu, karena mobilitas sudah kembali lancar, saya rasa datanya akan baik," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG prediksi ihsg window dressing tapering
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top