Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Aset Kripto Turun, Waktunya Beli Nih?

Aset kripto saat ini sudah bisa dikatakan sebagai aset safe-haven setelah emas dan mata uang seperti dolar Amerika, yen Jepang, dan lainnya.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 24 November 2021  |  03:11 WIB
Ilustrasi token aset mata uang kripto - Freepik
Ilustrasi token aset mata uang kripto - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam beberapa waktu belakangan ini, aset kripto tengah mengalami koreksi yang menurut analis berkaitan dengan menguatnya indeks dolar Amerika Serikat. Oleh sebab itu, momen ini dinilai menjadi waktu yang pas untuk investor melakukan aksi beli

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, aset kripto saat ini sudah bisa dikatakan sebagai aset safe-haven setelah emas dan mata uang seperti dolar Amerika, yen Jepang, dan lainnya.

Dia mengungkapkan cryptocurrency atau mata uang kripto muncul karena perkembangan teknologi yang sebelum pandemi Covid-19 sudah terdengar dan kemudian pada saat Covid-19 mulai mata uang ini atau di Indonesia dijadikan sebagai aset tersebut tumbuh pesat dan nilainya melonjak tinggi.

“Kalau seandainya harga kripto ini mengalami penurunan bukan serta merta karena China menghentikan perdagangan kripto,” kata Ibrahim kepada Bisnis, Selasa (23/11/2021).

Dia mengungkapkan koreksi harga aset kripto saat ini berkaitan dengan fundamentalnya. Dia memaparkan, saat ini aset kripto yang ditransaksikan secara internasional menggunakan dolar Amerika Serikat sebagai fundamentalnya.

Oleh karena itu, pada saat indeks dolar AS mengalami kenaikan, maka akan berdampak pada harga aset kripto.

“Kita lihat bahwa indeks dolar AS dari 96,56, ada kemungkinan besar bergerak ke 98, sehingga wajar kalau [aset kripto] seandainya mengalami koreksi. Bukan saja kripto, hampir semua mata uang dan komoditas mengalami koreksi,” ujarnya.

Namun, dia menyampaikan bahwa hal yang perlu diingat adalah koreksi aset kripto saat ini memberikan kesempatan bagi investor untuk mengambil posisi beli di harga terbawah. Di mana menurut Ibrahim hal ini yang terpenting jika melihat teknikalnya.

Dalam riset hariannya, Ibrahim menyampaikan, di tengah koreksinya pasar kripto pada pekan lalu, tercatat investor mulai masuk kembali di aset koin digital. Terpantau produk dan dana cryptocurrency kembali membukukan arus masuk (inflow) pada pekan lalu.

Walaupun turun pasar kripto tetap menjadi idola bagi investor minggu ini lantaran token utama menuju level support setelah turun dari rekor valuasi tertinggi dua minggu lalu, setelah indek dollar menguat tajam di 96,56.

Berdasarkan data dari CoinShares, investor institusional menggelontorkan dana sekitar US$154 juta atau sekitar Rp2,19 triliun (asumsi kurs Rp 14.250/US$) di sektor kripto dalam pekan yang berakhir 21 November, sehingga total arus kas masuk tahun ini mencapai US$9,2 miliar atau Rp131 triliun, melebihi total arus kas masuk tahun 2020 sebesar US$6,7 miliar.

Di samping itu, Ibrahim mengingatkan investor untuk selalu melakukan transaksi kripto dengan memilih perusahaan-perusahaan yang legal agar dana yang diinvestasikan lebih aman.

Terlebih lagi, di akhir tahun ini ada rencana akan dibentuknya bursa kripto, sehingga akan membuat perusahaan-perusahaan kripto ilegal akan ditindak lebih ketat dan akan berisiko bagi para investor.

“Ini adalah waktu yang tepat untuk berpindah ke perusahan kripto yang legal,” ujar Ibrahim.

Dia menyampaikan, perusahan-perusahaan kripto legal yang ada di Indonesia kebanyakan adalah karya anak bangsa. Adapun menurutnya yang sudah terlihat di mata adalah Litedex dan Indodax.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cryptocurrency mata uang kripto
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top