Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SILO Pacu Ekspansi Digital, Kinerja LPKR Ikut Terdorong

Kinerja SILO juga akan didorong oleh ekspansi digital atau layanan telehealth melalui aplikasi MySiloam
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 24 November 2021  |  15:14 WIB
RS Siloam Semanggi - siloamhospitals
RS Siloam Semanggi - siloamhospitals

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), diprediksi semakin kuat seiring dengan tingginya kebutuhan layanan kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Pengelola RS Siloam tersebut juga menggencarkan ekspansi digital.

Komisaris Utama SILO sekaligus CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa LPKR melalui SILO berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan di Indonesia. 

"Terlebih lagi, perekonomian diperkirakan semakin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan semakin tinggi. LPKR melalui SILO akan terus melanjutkan ekspansi untuk mewujudkan misi kami yaitu memenuhi kebutuhan healthcare di Indonesia, " paparnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/11/2021).

SILO mengelola dan mengoperasikan 40 rumah sakit, terdiri dari 14 rumah sakit di wilayah Jabodetabek dan 26 rumah sakit yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Selain itu, kinerja SILO juga akan didorong oleh ekspansi digital atau layanan telehealth melalui aplikasi MySiloam yang terhubung dengan 1.000 dokter. Ekspansi digital akan menjangkau pasien lebih luas, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa. 

"Digitalisasi juga meningkatkan kemampuan SILO dalam kerja sama B2B khususnya dengan perusahaan asuransi. Apalagi, kebutuhan layanan medis secara online meningkat saat pandemi Covid-19. SILO juga bekerja sama dengan platform lain seperti AIDO, HaloDoc, dan Alodokter. Ekspansi digital ini akan memperluas penetrasi pasar Siloam," papar tim riset RHB Sekuritas Indonesia.

Per September 2021, SILO berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp5,9 triliun atau meningkat 46,7 persen year on year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,01 triliun.

Ebitda SILO dalam 9 bulan pertama tahun 2021 juga meningkat 107,2 persen yoy menjadi Rp1,5 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020 sebesar Rp743,5 miliar. 

Adapun, laba bersih SILO per September 2021 tercatat sebesar Rp553 miliar. Sampai akhir tahun 2021, RHB Sekuritas Indonesia memperkirakan SILO mampu membukukan pendapatan Rp7,95 triliun dengan laba bersih Rp732 miliar.

Pertumbuhan kinerja SILO tentunya berdampak positif terhadap LPKR sebagai induk usaha. LPKR merupakan pemegang saham utama SILO dengan kepemilikan 55,4 persen saham per 3 Agustus 2021. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten lippo karawaci siloam
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top