Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cemerlang! Bottom Line PP Presisi (PPRE) Melambung Ratusan Persen di Kuartal III/2021

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun melambung 246,71 persen secara tahunan menjadi Rp56,48 miliar dibandingkan sebelumnya Rp16,29 miliar.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 November 2021  |  13:39 WIB
Batching plant dan armada ready mix beton PT PP Presisi Tbk. - ppre
Batching plant dan armada ready mix beton PT PP Presisi Tbk. - ppre

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP Presisi Tbk. membukukan kenaikan bottom line ratusan persen pada akhir kuartal III/2021 ditopang oleh kenaikan pendapatan konstruksi.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2021, emiten dengan kode saham PPRE ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,88 triliun. Realisasi itu naik 18,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1,59 triliun.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun melambung 246,71 persen secara tahunan menjadi Rp56,48 miliar dibandingkan sebelumnya Rp16,29 miliar.

Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar mengatakan kenaikan pendapatan tak lepas dari usaha percepatan proyek-proyek konstruksi yang dilakukan selama periode pelonggaran PPKM.

“Serta usaha peningkatan kinerja operasional jasa pertambangan nikel,” tulis Rully dalam siaran pers, dikutip Minggu (21/11/2021).
Berdasarkan kontribusinya, pendapatan usaha konstruksi masih menjadi tulang punggung PPRE. Pendapatan dari konstruksi naik 21,92 persen menjadi Rp1,59 triliun per kuartal III/2021 dibandingkan Rp1,30 triliun per kuartal III/2020.

Sementara itu, pendapatan persewaan peralatan turun 40,82 persen menjadia Rp113,60 miliar dan pendapatan ready mix naik 94,76 persen menjadi Rp177,39 miliar.

Selain itu, lanjut Rully, perseroan juga mendapat keuntungan dari kinerja ventura PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) di proyek pembangunan Bandara Dhho, Kediri, yang menyumbang laba Rp64 miliar.

Tak hanya laba bersih yang meningkat pesat, EBITDA perseroan juga meningkat 11,2 persen menjadi Rp693,4 miliar dari sebelumnya Rp623,7 miliar.

Dari sisi aset, total aset PPRE tercatat Rp6,99 triliun atau naik 1,36 persen dari posisi pada akhir tahun lalu senilai Rp6,89 triliun. Ekuitas naik 3,06 persen menjadi Rp2,92 triliun dan liabilitas naik 0,17 persen menjadi Rp4,06 triliun.

Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso mengatakan utang dapat dipertahankan pada level Rp2 triliun seiring dengan kebutuhan perseroan dalam membiayai capex pembelian alat berat.

Selain berhasil meningkatkan kinerja operasional dan keuangan, Benny menunjukkan bahwa margin laba usaha PP Presisi juga meningkat dari 17,4 persen per September 2020 menjadi 18,2 persen pada September 202.

Selanjutnya pada periode yang sama, ROA meningkat menjadi 2 persen dari sebelumnya 1 persen dan ROE meningkat menjadi 4,9 persen dari sebelumnya 2,4 persen.

“Ruang untuk melakukan leveraging masih terbuka sangat luas karena rasio net debt to equity dapat dipertahankan di kisaran 0,8 kali. Terbukanya ruang leveraging yang besar menjadi sangat penting bagi pengembangan jasa tambang nikel yang telah terbukti pada peningkatan kinerja perseroan,” tutup Benny.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendapatan ptpp PP Presisi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top