Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diamond Citra (DADA) Siap Rights Issue hingga Rp457,53 Miliar

Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru DADA dengan harga pelaksanaan Rp102 per saham.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 09 November 2021  |  14:40 WIB
JIBI/Bisnis/Dedi Gunawan DIAMOND CITRA PROPERTINDO LEPAS SAHAM  Direktur PT Bursa Efek Indonesia Kristian Sihar Manulang (dari kiri), Presiden Direktur  PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DCP) Adam Bilfaqih, dan  Komisaris Utama Anisah mengamati pergerakan harga saham saat pencatatan perdana saham DCP di Jakarta, Jumat (14/2). Bisnis - Dedi Gunawan
JIBI/Bisnis/Dedi Gunawan DIAMOND CITRA PROPERTINDO LEPAS SAHAM Direktur PT Bursa Efek Indonesia Kristian Sihar Manulang (dari kiri), Presiden Direktur PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DCP) Adam Bilfaqih, dan Komisaris Utama Anisah mengamati pergerakan harga saham saat pencatatan perdana saham DCP di Jakarta, Jumat (14/2). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk. akan menggalang dana lewat penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue

Emiten dengan kode saham DADA ini akan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,48 miliar saham dengan nilai nominal Rp20.

Setiap pemegang 8 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 25 Agustus 2021 pukul 16.00 WIB berhak atas 5 HMETD. Adapun, setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru DADA dengan harga pelaksanaan Rp102 per saham.

Dengan demikian, DADA berpotensi meraup dana segar maksimal Rp457,53 miliar dalam aksi korporasi ini.

“Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut akan bergantung pada keperluan dana Perseroan dan harga dari pelaksanaan HMETD,” tulis manajemen DADA dalam keterbukaan informasi, Selasa (9/11/2021).

Bersamaan dengan PUT I tersebut, DADA juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 280,35 Waran Seri II atau setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Adapun, setiap 16 saham hasil pelaksanaan HMETD melekat 1 Waran Seri II.

Waran Seri II adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp20. Setiap pemegang 1 waran berhak untuk membeli 1 saham DADA dengan harga pelaksanaan Rp300, sehingga seluruhnya berjumlah sebesar-besarnya Rp84,10 miliar.

Adapun, tampil sebagai pembeli siaga dalam rights issue ini adalah Universal Headway System Pte.Ltd. (UHS), Global Modern Investasia Pte.Ltd. (GMI), dan Asian Growth Company Pte.Ltd. (AGC).

DADA pun bakal meminta restu dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 November 2021 untuk mengeksekusi rights issue.

Lebih lanjut, DADA menjelaskan apabila publik tidak melaksanakan HMETD maka pembeli siaga akan menyerap seluruh saham yang diterbitkan lewat rights issue senilai total Rp393,60 miliar.

Namun, apabila investor publik melaksanakan haknya, maka sekitar 13,97 persen akan digunakan DADA untuk modal kerja.

Sedangkan sekitar 86,03 persen akan digunakan untuk mengakuisisi 11.812 saham CDP yang dimiliki UHS, GMI, dan AGC senilai Rp393,60 miliar.

“Dalam hal terdapat sisa HMETD dalam PUT I ini, maka UHS, GMI dan AGC selaku pembeli siaga akan melaksanakan dalam bentuk nontunai (inbreng) sisa HMETD yang diterbitkan perseroan melalui pelaksanaan HMETD sebanyak-banyaknya 3,85 miliar pada harga penawaran yaitu Rp102 menggunakan 11.812 saham CDP milik UHS, GMI dan AGC dengan nilai Rp393,60 miliar,” tulis DADA.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi Korporasi emiten properti rights issue
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top