Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Cara Membaca Grafik Saham Candlestick, Komponen Penting Analisis Saham

Grafik saham berupa candlestick chart merupakan grafik saham yang menunjukkan harga tertinggi, terendah, pembukaan dan penutupan dari suatu saham pada periode tertentu.
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas,  Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Cara membaca grafik saham berupa candlestick chart merupakan salah satu grafik yang umum digunakan trader sebagai tolak ukur dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi.

Melansir dari Investopedia, grafik saham berupa candlestick chart merupakan grafik saham yang menunjukkan harga tertinggi, terendah, pembukaan dan penutupan dari suatu saham pada periode tertentu.

Grafik saham candlestick umumnya digunakan oleh trader untuk menentukan kemungkinan pergerakan harga berdasarkan pola masa lalu. Berbeda dengan grafik lainnya, ada dua komponen utama yang terdapat dalam candlestick chart, yaitu tubuh candle (body) dan ekor candle (shadow/wick).

Tubuh candle (body) ini mewakili kisaran harga pembukaan dan penutupan pada titik tertentu yang digambarkan dari penting persegi dengan warna tertentu.

Sementara, ekor candle adalah bagian yang menunjukkan harga tertinggi dan harga terendah saham pada titik waktu tertentu. Ekor candle digambarkan dengan garis lurus yang membentang dari body,

Umumnya, candlestick menggunakan warna merah dah hijau. Merah menunjukkan adanya penurunan harga saham dari pembukaan (bearish). Sedangkan, hijau menandakan adanya kenaikan harga saham (bullish).

Selain kedua warna itu, grafik candlestick juga dapat ditunjukkan dengan warna hitam dan putih. Warna hitam mengindikasikan terjadi penurunan. Sedangkan warna putih menunjukkan terjadi kenaikan harga dari pembukaan.

Merangkum dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan, panjang dan pendek tubuh dan ekor candlestick juga memiliki arti tersendiri. Secara umum, semakin tinggi pembelian atau penjualan terhadap sebuah saham maka tubuh candlestick akan semakin panjang.

Begitu pula sebaliknya, semakin pendek tubuh candlestick maka menggambarkan adanya konsolidasi harga saham dan minip pergerakan jual atau beli.

Sama seperti tubuh candle, panjang dan pendek ekor candlestick memiliki arti tertentu. Secara umum ekor pendek mengindikasikan kebanyakan aktivitas trading berada di dekat harga pembukaan dan penutupan sebuah saham.

Sebaliknya, candlestick dengan ekor panjang menggambarkan bahwa transaksi trading melampaui harga pembukaan dan penutupan suatu saham di titik waktu tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yuliana Hema
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper