Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Passpod (YELO) Siap Rights Issue untuk Modal Akuisisi

Yelooo Integra Datanet atau Passpod menerbitkan hingga 1,83 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 01 November 2021  |  14:52 WIB
Direktur Utama PT Yello Integra Datanet (Passpod) Hiro Whardana (kedua kiri), Komisaris Andrew Suhalim (kiri), Direktur Wewy Susanto (kedua kanan) dan CEO Digitaraya Google Developer Launchpad Yansen Kamto berbincang usai membuka perdagangan saham sekaligus pencatatan perdana saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), di Bursa Efek Indonesia, Senin (29/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Direktur Utama PT Yello Integra Datanet (Passpod) Hiro Whardana (kedua kiri), Komisaris Andrew Suhalim (kiri), Direktur Wewy Susanto (kedua kanan) dan CEO Digitaraya Google Developer Launchpad Yansen Kamto berbincang usai membuka perdagangan saham sekaligus pencatatan perdana saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), di Bursa Efek Indonesia, Senin (29/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten jasa alat teknologi, PT Yelooo Integra Datanet Tbk. atau Passpod bersiap menerbitkan maksimal 1,83 miliar saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/11/2021), emiten berkode saham YELO itu menawarkan sebanyak-banyaknya 1,83 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Jumlah itu setara dengan 80 persen modal yang disetor setelah aksi korporasi selesai.

Perseroan membuka peluang bagi investor untuk ikut serta pada penawaran umum untuk penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I) ini.

YELO mengincar dana segar sebesar Rp183,2 miliar dari aksi tersebut. Emiten teknologi itu memiliki calon pembeli yaitu PT Artalindo Semesta Nusantara (ASN). Pasalnya PT Agung Inovasi Teknologi Indonesia (AITI) dan PT Prima Jaringan Distribusi (PJD) selaku pemegang saham utama perseroan tidak akan melaksanakan HMETD dan mengalihkan haknya kepada ASN.

ASN berencana membeli hak dari kedua perseroan masing-masing sebesar 639,4 miliar dan dan 55,6 juta saham. Sebagai informasi, bila saham yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya diambil, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya.

Jika setelah alokasi tersebut masih tersisa jumlah saham baru yang tidak dilaksanakan atau diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka Roby Tan (RT) sebagai pembeli siaga akan membeli maksimal 280 juta saham yang tidak dilaksanakan pada harga pelaksanaan sebesar Rp100. Selain itu, sisa saham yang tidak dibeli oleh pembeli siaga tidak akan diterbitkan.

YELO berencana menggunakan dana hasil aksi korporasi untuk melakukan akusisi 69,85 persen saham PT Abdi Harapan Unggul milik ASN. Perseroan memperkirakan bakal menghabiskan dana hingga Rp69,5 miliar.

Lalu, perseroan juga akan mengeluarkan dana Rp28 miliar untuk mengakuisisi 28,14 persen saham AHU milik RT. Adapun sisa dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk modal kerja seperti pembelian persediaan paket data untuk menunjang bisnis konektivitas.

Berdasarkan prospektus, tanggal pencatatan efek di BEI pada 12 November 2021. Sementara perdagangan HMETD akan berlangsung selama 12-18 November 2021. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akuisisi Aksi Korporasi Yelooo Integra Datanet rights issue
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top