Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah IPO Jumbo, Kinerja Mitratel Diperkirakan Menjulang

Mitratel berpotensi meraih dana IPO Rp24,9 triliun yang 90 persen dana IPO itu digunakan untuk modal kerja.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  14:20 WIB
Aset menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. atau Mitratel. Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. itu berencana melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. -  Mitratel.
Aset menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. atau Mitratel. Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. itu berencana melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. - Mitratel.

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah mengantongi dana hasil penawaran umum jumbo, kinerja fundamental PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) berpotensi melesat.

Analis Henan Putihrai Steven Gunawan mengatakan Mitratel memiliki prospek pertumbuhan yang jelas. Pasalnya perseroan memiliki peluang menumbuhkan rasio tenansi dan juga return on equity (ROE).

Steven menjelaskan rasio tenansi Mitratel sebesar 1,57 kali dibandingkan dengan competitor TOWR 1,88 kali, TBIG 1,89 kali. Namun dia optimistis rasio itu akan meningkat karena seluruh dana hasil IPO akan dipakai untuk belanja modal guna mendanai ekspansi usaha.

“Masih ada potensi pertumbuhan jumlah penyewa menara untuk bisa menuju ke 1,9 kali seperti TOWR & TBIG. Pertumbuhan jumlah penyewa artinya ada potensi kenaikan pendapatan,” katanya kepada Bisnis pada Selasa (26/10/2021).

Steven menjelaskan dengan semakin tingginya rasio tenansi menara, maka Mitratel mampu mencetak level skala ekonomis baru. Yaitu berpeluang mendongkrak kinerja rasio marjin EBITDA sehingga ROE yang diberikan kembali kepada para pemegang saham bakal meningkat.

Di sisi lain, Steven menilai Mitratel bermain di sektor yang lumayan aman. Pasalnya, pendapatan dan arus kas cukup stabil dikarenakan industri menara berbasiskan kontrak jangka panjang yang tidak dapat dibatalkan tetapi dapat terus-menerus diperpanjang.

Selain itu, pemain berskala kecil akan sulit bertahan karena adanya high-barrier-to-entry pada industri menara yang memerlukan investasi awal besar. Beserta high-switching-costs bagi operator telekomunikasi untuk berpindah-pindah antar menara.

Steven berpendapat pertumbuhan sektor menara masih terbuka lebar karena permintaan trafik data yang belum diimbangi dengan kapasitas spektrum yang mencukupi. Belum lagi tambahan spektrum sebesar 700MHz diperkirakan baru akan tersedia 2023 seiring tuntasnya migrasi siaran TV analog ke TV digital.

“Dari hitungan kami yang kami peroleh dari prospektus ringkas, EV/EBITDA juga menarik, berada di kisaran EV/EBITDA dari TOWR dan TBIG, yang merupakan pemain menara saat ini yang sudah listing,” katanya.

Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. itu tengah mengincar dana segar hingga Rp24,90 triliun. Jumlah dana penawaran itu lebih besar dari rekor sebelumnya milik Bukalapak Rp21,9 triliun.

Mitratel berencana melepas 25,54 miliar saham ke publik. Jumlah itu setara dengan 29,85 persen dari modal yang disetor dan ditempatkan. Anak usaha plat merah itu akan melepas saham dengan kisaran harga antara Rp775 per saham hingga Rp975 per saham.

Adapun nilai nominal dari tiap saham mencapai Rp228. Selain itu seluruh pemegang saham memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal.

Pada 2020, Mitratel membukukan pendapatan Rp6,18 triliun, naik dari Rp5,33 triliun pada 2019. Laba periode berjalan pun naik menjadi Rp602 miliar dari sebelumnya Rp493,4 miliar.

Adapun, per Juni 2021, Mitratel membukukan pendapatan Rp3,23 triliun, naik dari semester I/2020 senilai Rp2,91 triliun. Laba periode berjalan melesat menuju Rp700,7 miliar dari sebelumnya Rp153,7 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN ipo telkom mitratel
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top