Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Principal Rilis Reksa Dana Syariah untuk Perencanaan Haji

Principal Haji Muda adalah program investasi yang dapat diakses melalui aplikasi Principal ID.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  18:26 WIB
Ilustrasi Ibadah Haji 2021 - Instagram: Haramain Info
Ilustrasi Ibadah Haji 2021 - Instagram: Haramain Info

Bisnis.com, JAKARTA – PT Principal Asset Management (Principal) meluncurkan Principal Haji Muda, program investasi reksa dana syariah dengan akses digital yang pertama di Indonesia untuk perencanaan ibadah Haji.

Principal Haji Muda adalah program investasi yang dapat diakses melalui aplikasi Principal ID. Program dan aplikasi ini secara resmi berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan didukung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Skema investasi perencanaan ibadah Haji diklaim telah memenuhi kaidah investasi syariah dalam mengumpulkan dana awal untuk memesan kursi perjalanan ibadah Haji di usia muda.

Berdasarkan riset Principal kepada 426 responden, sebanyak 80 persen ingin menunaikan ibadah haji, sementara 70 persen di antaranya berkeinginan berangkat haji di usia muda.

Dato’ Paduka Syed Mashafuddin Bin Syed Badarudin, Chief Executive Officer Principal Islamic Asset Management dan Head of Islamic Business Principal Group, mengatakan pihaknya memiliki misi untuk menumbuhkan kemandirian finansial melalui solusi investasi inklusif dan upaya transformasi digital.

“Pandemi telah mempercepat perjalanan transformasi digital kami, dan dengan kerja sama bersama partner strategis kami, kami mampu memberi solusi investasi yang sesuai kaidah syariah untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah kami,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Senin (25/10/2021).

Sementara itu, Direktur Syariah PT Principal Asset Management Fadlul Imansyah menuturkan pihaknya memahami pentingnya mengumpulkan dana untuk menunaikan Ibadah haji ke Tanah Suci bagi masyarakat Indonesia.

Kemunculan produk ini diharapkan memberikan solusi investasi baru untuk membantu konsumen merasa optimistis dalam mengumpulkan dana guna mencapai cita-cita mereka berangkat ke Tanah Suci

"Berlandaskan pengalaman investasi berskala global, kami berupaya memberikan solusi investasi baru untuk membantu konsumen dalam mengumpulkan dana," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Badan Pelaksana BPKH Iskandar Zulkarnain mengatakan sebagian besar Jemaah haji reguler mendaftarkan saat usia di atas 40 tahun, sehingga dengan masa tunggu yang panjang sulit menunaikan ibadah haji saat usia di bawah 60 tahun.

“Padahal, ibadah haji merupakan ritual ibadah yang mengandalkan kekuatan fisik,” ujarnya.

Dalam rangka sosialisasi Principal bekerja sama dengan BPKH dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk berkunjung ke berbagai komunitas dan universitas di Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibadah Haji reksa dana dana haji investasi reksa dana
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top