Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Saham JII, Momen Pemulihan Ekonomi & Window Dressing Dorong Penguatan?

Saham blue chips syariah yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII) masih tertekan meski IHSG telah hampir menembur rekor sepanjang masa. Kesempatan bagi calon investor untuk memilih saham dengan valuasi murah?
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 17 Oktober 2021  |  21:41 WIB
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Saham-saham konstituen indeks Jakarta Islamic Index (JII) sepanjang 2021 masih menunjukkan tren tertekan. Pembalikan arah kinerja sangat bergantung kepada perusahaan berkapitalisasi pasar besar atau big caps.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas memaparkan, kinerja saham anggota indeks JII masih banyak yang berada di zona merah. Ia mengatakan, beberapa saham mengalami koreksi double digit seperti PTPP yang anjlok 28.69 secara year to date (ytd) dan SMGR (-28.08 persen) serta UNVR (-27.6 persen).

Lesunya pergerakan indeks JII tersebut sejalan dengan tren negatif yang dialami saham-saham berkapitalisasi besar di Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh ketidakpastian akibat pandemi virus corona yang masih terjadi dan mengakibatkan pembatasan mobilitas yang cukup ketat pada semester I/2021.

“Sedangkan yang menguat masih lebih sedikit meskipun kenaikan saham-saham tersebut juga signifikan,” jelasnya, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Sukarno menuturkan prospek pemulihan kinerja indeks JII masih cukup positif di sisa tahun 2021. Hal tersebut seiring dengan mulai membaiknya kegiatan ekonomi yang akan berimbas pada kinerja keuangan emiten-emiten di Indonesia.

Sentimen tersebut juga ditopang oleh tren window dressing yang umumnya terjadi pada akhir tahun. Hal ini diyakini dapat meningkatkan minat pasar untuk masuk ke pasar saham sehingga menopang kinerja indeks-indeks seperti JII.

Ia melanjutkan, pergerakan sejumlah konstituen indeks JII yang secara ytd mayoritas menurun saat ini mulai menunjukkan tren kenaikan jangka pendek. Saham-saham tersebut diantaranya adalah UNVR, WIKA, PTPP, dan INKP.

Menurutnya, konstituen-konstituen tersebut berpotensi bergerak bullish di sisa akhir tahun ini dan akan berdampak positif pada kenaikan indeks.

“Pergerakan indeks JII sampai akhir tahun kami prediksi di rentang 605 – 625,” kata Sukarno.

Sementara itu, beberapa saham anggota JII yang layak dikoleksi oleh investor hingga akhir tahun ini adalah TKIM, SMGR, INTP, PGAS, BRIS, MNCN, ICBP, UNVR, WIKA, PTPP, dan INKP.

Menurutnya, secara ytd saham-saham tersebut masih mencatatkan pergerakan yang negatif. Sehingga, potensi kenaikan yang dimiliki emiten tersebut masih cukup besar, yakni pada kisaran 10 persen hingga 20 persen.

“Sedangkan untuk saham-saham yang secara ytd sudah naik bisa di hold dan masih berpeluang melanjutkan penguatan,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham JII
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top