Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). -  ANTARA / Sigid Kurniawan
Premium

Rekomendasi Saham: Mengintip Peluang Cuan dari Emiten Indeks Syariah JII

14 Juli 2020 | 21:10 WIB
Jakarta Islamic Index (JII) memiliki 30 konstituen saham syariah paling likuid dan mudah ditransaksikan.

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menunjukkan pemulihan setelah turun tajam pada akhir April 2020 lalu.

Jakarta Islamic Index (JII) merupakan 30 perusahaan yang ditetapkan sebagai saham syariah dan paling sering diperdagangkan. Anggota JII dievaluasi 2 kali setahun mengikuti evaluasi Daftar Efek Syariah (DES) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). JII diluncurkan pada pada 3 Juli 2000.

JII Merupakan satu dari tiga indeks syariah di Bursa Efek Indonesia. Lainnya adalah Jakarta Islamic Index 70 (JII70) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

ISSI diluncurkan pada 12 Mei 2011. Konstituen indeks ISSI adalah seluruh saham yang ditetapkan sebagai saham syariah di Indonesia oleh OJK. Sedangkan JII70 diluncurkan pada 17 Mei 2018. Konstituen indeks lebih banyak dibandingkan JII, yakni 70 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI.

Sepanjang tahun berjalan, JII memiliki posisi yang paling baik di antara indeks syariah lainnya. Dari awal tahun, 30 saham syariah paling likuid ini melemah 20,40 persen. Sementara dua indeks lainnya, kompak terkoreksi 20,99 persen.

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menyatakan hal itu menunjukkan bahwa JII memiliki prospek lebih baik dibandingkan indeks syariah lainnya. Indeks ini lebih fokus dengan jumlah emiten yang terbatas.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top