Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Rancang Aturan Robot Trading untuk Perdagangan Saham

Bursa Efek Indonesia tengah menyempurnakan aturan terkait dengan penggunaan robot trading tersebut dalam peraturan III-K tentang fasilitas pesanan langsung dan/atau penerapan automated ordering oleh Anggota Bursa .
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 11 Oktober 2021  |  13:19 WIB
Bursa Rancang Aturan Robot Trading untuk Perdagangan Saham
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia tengah merancang peraturan lanjutan mengenai penggunaan robot trading di dalam perdagangan saham.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan saat ini bursa telah memperbolehkan perusahaan sekuritas yang menjadi Anggota Bursa (AB) untuk menggunakan fitur automated ordering (pesanan otomatis). Fitur otomatisasi tersebut termasuk DMA atau Direct Market Access dan/atau algoritma trading yang lebih dikenal sebagai robot trading.

“Namun hal ini dilakukan dengan terlebih dahulu menyampaikan rencana pola penyampaian order secara elektronik yang akan digunakan kepada bursa dan baru dapat digunakan setelah mendapat persetujuan bursa,” jelas Laksono, Senin (11/10/2021).

Adapun, otoritas bursa akan mengevaluasi penyampaian order pada fitur automated ordering tersebut dalam rangka memitigasi praktik manipulasi pasar.

Lebih lanjut, Laksono mengungkapkan saat ini bursa tengah menyempurnakan aturan terkait dengan penggunaan robot trading tersebut dalam peraturan III-K tentang fasilitas pesanan langsung dan/atau penerapan automated ordering oleh Anggota Bursa .

Aturan anyar ini nantinya akan dilengkapi dengan panduan teknis terkait dengan penggunaan robot trading di pasar saham.

Laksono memaparkan pengaturan dalam panduan tersebut mencakup mekanisme penyampaian order dan ketentuan bahwa order tersebut tidak boleh memanipulasi pasar.

Selanjutnya juga diatur mengenai pelaksanaan manajemen risiko AB termasuk tanggung jawab dan kewajiban bagi broker untuk melakukan monitoring terhadap order yang bersifat otomatis.

“Serta kewajiban AB memiliki PIC (penanggung jawab) yang melakukan monitoring tersebut,” tutup Laksono.

Adapun, seiring dengan perkembangan teknologi penggunaan robot trading menjadi hal yang lumrah di dunia investasi. Robot trading ini dapat membantu para investor pemula untuk belajar mengenai investasi dalam hal ini investasi saham.

Namun demikian, keputusan investasi sebaiknya datang langsung dari diri investor dan tidak menyerahkan semua keputusan jual-beli saham kepada robot otomatis yang disediakan oleh platform investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia robot transaksi saham
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top