Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pariwisata Bersiap Pulih, Panorama (PANR) Mau Luncurkan Produk Baru

Untuk menggenjot kinerja di sisa tahun ini, PANR akan mengeluarkan beberapa bisnis model baru.
Komodo menjadi ikon di Labuan Bajo./KBRI Budapest
Komodo menjadi ikon di Labuan Bajo./KBRI Budapest

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten sektor pariwisata PT Panorama Sentrawisata Tbk. (PANR) memperkirakan pemulihan di sektor pariwisata bisa terjadi lebih awal dari perkiraan asosiasi pariwisata dunia atau World Tourism Organization (WTO).

WTO memperkirakan sektor pariwisata akan membutuhkan waktu 3-4 tahun untuk melihat kedatangan wisatawan asing ke level sebelum pandemi.

Corporate Secretary Panorama Sentrawisata AB Sadewa mengatakan, pemulihan bisa terjadi lebih awal dengan melihat kondisi saat ini.

"Pesanan kami untuk wisatawan mancanegara di 2020 masih banyak yang masuk. Masalahnya, kami belum dapat menerimanya karena perbatasan tutup," ucap Sadewa, Rabu (6/10/2021).

Sadewa memandang, vaksinasi yang berjalan cepat dan turunnya level PPKM, dapat membuat kuartal IV/2021 menjadi pick up point bagi sektor pariwisata yang akan berlanjut sampai 2022.

Sementara jika berbicara untuk kembali ke level sebelum pandemi, dia memperkirakan normalisasi sektor pariwisata akan berlanjut di 2022-2023.

"Memang mungkin kita berharap situasinya semakin kondusif, pandemi jadi endemi, pasar kami harap ada kenaikan demand. Karena kami lihat konsumsi tertahan, spendingnya tidak terpenuhi," tuturnya.

Adapun untuk menggenjot kinerja di sisa tahun ini, Sadewa menuturkan PANR akan mengeluarkan beberapa bisnis model baru. PANR akan menggenjot kinerjanya dengan melakukan ekspansi anorganik.

Akan tetapi, Sadewa belum bisa menjelaskan lebih lanjut strategi anorganik yang dimaksud oleh PANR.

"Kami lihat banyak travel yang tiarap, kami coba ambil kesempatan ini sebagai momentum balik. Strateginya ada satu produk yang akan kami launching," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Annisa Saumi
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper