Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Caplok SUPR! Bos Sarana Menara Nusantara: Ini Akuisisi Terbesar TOWR

Dengan akuisisi ini, Protelindo akan memiliki sekitar 28.300 tower dengan sekitar 53.000 tenant dan lebih dari 67.800 km jaringan kabel fiber optik.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 01 Oktober 2021  |  16:12 WIB
Caplok SUPR! Bos Sarana Menara Nusantara: Ini Akuisisi Terbesar TOWR
Halaman muka Laporan Tahunan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. 2017. - ptsmn.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) melalui PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo menyelesaikan proses akuisisi 94,03 persen saham pengendali PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR) atau STP dengan nilai transaksi Rp16,72 triliun.

Saat ini STP merupakan perusahaan tower independen terbesar ke-3 di Indonesia dengan 6.780 tower, 12.500 penyewaan dan lebih dari 9.000 km jaringan kabel fiber optik.

Dalam enam tahun terakhir, transaksi ini adalah transaksi akuisisi Sarana Menara Nusantara yang ke-6 dan merupakan transaksi dengan nilai terbesar.

“Kami bersyukur telah berhasil menyelesaikan transaksi strategis ini dalam waktu singkat. Dengan akuisisi ini, Protelindo akan memiliki sekitar 28.300 tower dengan sekitar 53.000 tenant dan lebih dari 67.800 km jaringan kabel fiber optik,” kata Presiden Direktur dan CEO Sarana Menara Nusantara Aming Santoso dalam keterangan resmi, Jumat (1/1/2021).

Dia menambahkan, TOWR juga akan mengantongi penambahan pendapatan dari akuisisi STP dengan nilai lebih dari Rp2,1 triliun dan EBITDA hampir Rp1,9 triliun. Hal ini akan memperkuat posisi Protelindo sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi independen terbesar di Indonesia.

“Skala bisnis yang lebih besar akan semakin memperkuat posisi keuangan Protelindo, memperluas layanan yang dapat disediakan kepada para pelanggan, dan juga memungkinkan terjadinya peningkatan efisiensi operasional serta menciptakan sinergi”, tambahnya.

Sumber pendanaan transaksi akuisisi ini adalah pinjaman baru sebesar Rp 14 triliun ditambah dengan menggunakan fasilitas pinjaman yang telah ada sekitar Rp 2,7 triliun.

Meskipun hutang Protelindo meningkat, paska akuisisi Fitch Ratings tetap mengafirmasi peringkat utang Protelindo di BBB dengan outlook stabil dan peringkat domestik AAA. Demikian pula dengan S&P yang tetap memandang Protelindo sebagai perusahaan berstatus investment grade dengan peringkat BBB-, outlook stabil.

“Rekam jejak kami dalam mengelola keuangan dengan prudent memungkinkan kami mendapatkan pinjaman bank untuk mendanai akuisisi ini dan tetap mempertahankan peringkat investment grade,” jelas Aming.

Redpeak Advisers bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk Protelindo dalam transaksi ini, dan Duane Morris dan Makes & Partners bertindak sebagai penasihat hukum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akuisisi sarana menara nusantara solusi tunas pratama towr grup djarum
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top