Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selain Delisting, RUPSLB Bentoel (RMBA) Juga Bahas Hal-hal Ini

Salah satu agenda rapat kali ini adalah persetujuan atas rencana go private atau delisting perseroan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Annisa Saumi
Annisa Saumi - Bisnis.com 28 September 2021  |  11:01 WIB
PT Bentoel Internasional Investama Tbk atau Bentoel Group adalah perusahaan rokok terbesar kedua di Indonesia. Perusahaan ini berpusat di Jakarta dan Malang -  Bentoel
PT Bentoel Internasional Investama Tbk atau Bentoel Group adalah perusahaan rokok terbesar kedua di Indonesia. Perusahaan ini berpusat di Jakarta dan Malang - Bentoel

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bentoel Internasional Investama Tbk. (RMBA) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Selasa (28/9/2021).

Salah satu agenda rapat kali ini adalah persetujuan atas rencana go private atau delisting perseroan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain membahas go private, RUPSLB Bentoel juga akan membahas dua agenda lain. Pertama, yaitu persetujuan atas perubahan seluruh anggaran dasar perseroan, sehubungan dengan perubahan status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

Agenda ini bergantung pada persetujuan pemegang saham untuk melakukan delisting. Selain itu, dalam mata acara kedua ini, dibahas juga mengenai pemberian wewenang ke direksi perseroan untuk melakukan seluruh tindakan yang diperlukan untuk melaksanakan perubahan anggaran dasar perseroan.

Kemudian agenda selanjutnya, yaitu membahas perubahan susunan direksi perseroan. Dalam RUPSLB ini, RMBA akan meminta persetujuan pengunduran diri Steven Gerald Pore sebagai presiden direktur.

RUPSLB ini akan mengangkat Faisal Saif sebagai Presiden Direktur RMBA.

Sebagaimana diketahui, RMBA berencana akan mengembalikan status perusahaan dari perusahaan publik, menjadi perusahaan tertutup atau go private.

Kinerja perseroan yang tidak memberikan dividen ke pemegang saham setelah tahun buku 2010 karena posisi saldo laba negatif, menjadi salah satu alasan manajemen RMBA untuk go private.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

delisting BENTOEL INTERNASIONAL
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top