Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Naik Tembus 6.100, Saham BBRI, BBCA, TLKM Jadi Favorit Asing

IHSG ditutup naik 0,78 persen atau 47,51 poin menjadi 6.108,26. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 6.059,63-6.123,74.
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring dengan masuknya investor asing dan meredanya tekanan kasus Evergrande.

Pukul 15.00 WIB, IHSG naik 0,78 persen atau 47,51 poin menjadi 6.108,26. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 6.059,63-6.123,74.

Terpantau 279 saham menguat, 221 saham melemah, dan 155 saham stagnan. Nilai transaksi jelang penutupan mencapai Rp13,92 triliun, dengan aksi beli bersih investor asing Rp496,22 miliar.

Sejumlah saham favorit investor asing hari ini ialah BBRI dengan net buy Rp254 miliar, BBCA Rp188,4 miliar, TLKM Rp113,5 miliar, dan BUKA Rp23,6 miliar.

Di sisi lain, investor asing melego saham BMRI dengan net sell Rp43 miliar, EXCL Rp41,2 miliar, ITMG Rp31,6 miliar, dan BABP Rp25,7 miliar.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan memaparkan, dampak dari gagal bayar Evergrande terhadap pasar modal Indonesia telah terlihat dari koreksi yang terjadi pada bursa saham di Senin dan Selasa kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) IHSG sempat terkoreksi di bawah 6.000.

Tekanan terjadi saat investor melihat dampak Evergrande berimbas terhadap pasar saham global. Selain itu investor juga mempertimbangkan potensi gagal bayar dengan nilai mencapai US$300 miliar.

“Nilai ini dikhawatirkan bisa memberikan contagion effect ditangah proses pemulihan ekonomi pasca krisis ekonomi oleh dampak pandemi virus corona,” jelasnya saat dihubungi pada Rabu (22/9/2021).

Ia mengatakan sentimen Evergrande mulai mereda pada perdagangan Rabu. Hal ini didukung oleh hasil bursa global semalam dan bursa regional hari ini. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah pada Senin dan Selasa lalu juga relatif sangat terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper