Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waskita Precast (WSBP) Dapat Peringkat idBBB dari Pefindo, Waspadai PKPU!

Pefindo menegaskan peringkat idBBB- pada PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dan obligasi WSBP.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 16 September 2021  |  12:45 WIB
Pabrik beton milik Waskita Beton Precast di Gasing, Palembang. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 725.000 ton/tahun dan menjadi pemasok utama proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung. - waskitaprecast.co.id
Pabrik beton milik Waskita Beton Precast di Gasing, Palembang. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 725.000 ton/tahun dan menjadi pemasok utama proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung. - waskitaprecast.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idBBB- pada PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dengan outlook negatif.

Dalam keterangan Pefindo, peringkat idBBB- juga diberikan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2019 sebesar Rp2 triliun.

"Obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya," tulis Pefindo dalam keterangan resmi, seperti dikutip Kamis (16/9/2021).

Walaupun demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

Menurut Pefindo, tanda kurang (-) dalam pemeringkatan WSBP menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori idBBB.

"Peringkat perusahaan tersebut mencerminkan sinergi yang baik antara WSBP dengan Waskita Karya dan grup dan posisi usaha yang cukup mapan di industri pracetak nasional," paparnya.

Namun, Pefindo menjelaskan peringkat dapat diturunkan jika WSBP tidak dapat melaksanakan rencana divestasi atau mencapai kesepakatan restrukturisasi utang sesuai dengan rencana.

Berdasarkan catatan Pefindo, WSBP pernah dan sedang menghadapi sejumlah kasus dimana pemasoknya memilih untuk melanjutkan ke pengadilan niaga untuk mengajukan gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

"Jika permohonan PKPU dikabulkan oleh pengadilan niaga maka hal itu dapat menyebabkan penurunan peringkat yang signifikan" jelas Pefindo.

Sementara itu, prospek peringkat perusahaan dipertahankan tetap pada negatif untuk mengantisipasi profil keuangan perseroan tergolong sangat lemah di tengah kondisi usaha yang sangat menantang saat ini.

Lebih lanjut, Pefindo menuturkan prospek dapat direvisi menjadi stabil jika WSBP secara signifikan meningkatkan struktur permodalan dan perlindungan arus kas secara berkelanjutan dan melampaui target serta EBITDA.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN pefindo peringkat utang waskita beton precast
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top