Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Melemahnya indeks sentimen konsumen berhasil mendorong harga emas di tengah kuatnya data tenaga kerja.
Karyawan mengakses website pembelian emas logam mulia di Butik Antam, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk. pada hari perdagangan Selasa (8/9/2020) menurun dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan mengakses website pembelian emas logam mulia di Butik Antam, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk. pada hari perdagangan Selasa (8/9/2020) menurun dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas berjangka di meningkat pada perdagangan hari Jumat karena indeks sentimen konsumen Amerika Serikat melemah.

Kontrak harga emas Comex paling aktif untuk pengiriman Desember naik US$26,4 atau 1,51 persen menjadi ditutup pada US$1.778,2 per ounce.

Perkiraan awal indeks sentimen konsumen yang dirilis Jumat oleh University of Michigan (UM) berada di 70,2 pada Agustus, turun dari 81,2 pada Juli.

Investor juga khawatir dengan ketidakpastian kekuatan dari kebangkitan ekonomi global di tengah penyebaran varian Delta COVID-19.

Harga emas naik mendekati 0,9 persen untuk minggu ini. Harga perak untuk pengiriman September meningkat 66,3 sen, atau 2,87 persen, ditutup menjadi US$23,779 per ounce.

Harga platinum untuk pengiriman Oktober bertambah US$8,3, atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada US$1.026 per ounce.

Harga emas sebetulnya telah menghadapi tantangan sejak laporan pekerjaan AS untuk Juli yang lebih kuat dari perkiraan pada pekan lalu. Hal tersebut memicu spekulasi bahwa The Fed dapat bergerak lebih cepat untuk mengurangi stimulus bulanan sebesar US$120 miliar yang telah diberikannya kepada ekonomi yang tertahan oleh Covid-19.

Kemunduran dalam stimulus dan kenaikan suku bunga akhirnya dapat mengirim dolar dan imbal hasil melonjak dalam waktu dekat, alhasil menjadi malapetaka bagi emas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Hafiyyan
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper