Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Analis: Restrukturisasi Kredit Bakal Dorong Cashflow Waskita ke Arah Positif

Tambahan PMN senilai Rp7,9 triliun pada 2021 ini dan Rp3 triliun untuk 2022 juga akan membuat neraca keuangan WSKT lebih baik ke depannya.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 16 Juli 2021  |  20:04 WIB
Analis: Restrukturisasi Kredit Bakal Dorong Cashflow Waskita ke Arah Positif
Gedung Waskita Heritage. Gedung ini merupakan kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk, terletak di Jalan M.T Haryono, Jakarta. - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Analis menilai restrukturisasi kredit yang dilakukan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) untuk sejumlah fasilitas kredit di tahun ini bakal mendorong arus kas perseroan ke arah positif.

Analyst RHB Sekuritas Ryan Santoso mengatakan emiten konstruksi pelat merah tersebut di paruh kedua tahun ini seharusnya mulai mengalami pemulihan kinerja, seiring dengan restrukturisasi kredit dan suntikan dana segar melalui penyertaan modal negara (PMN).

“Kami meyakini restrukturisasi utang bakal menjadi angin segar bagi arus kas dan EBITDA perseroan, meski dari sisi pendapatan kinerja WSKT masih akan menantang karena modal kerjanya yang terbatas,” demikian tulis Ryan dalam riset yang dikutip Bisnis, Jumat (16/7/2021)

Adapun, tambahan PMN senilai Rp7,9 triliun pada 2021 ini dan Rp3 triliun untuk 2022 juga akan membuat neraca keuangan WSKT lebih baik ke depannya. Meski dampaknya mungkin baru terasa tahun depan karena biasanya penyertaan modal baru dilakukan akhir tahun.

“Jadi, dampaknya di tahun 2021 mungkin sangat kecil. Di sisi lain kami meyakini suntikan modal pemerintah ini kemungkinan akan diikuti oleh rights issue, yang akan semakin memperkuat struktur permodalan perseroan,” jelas Ryan.

Waskita Karya memang diketahui telah menyelesaikan sejumlah restrukturisasi kredit di tahun ini.

Paling baru, pada Jumat (16/7/2021) perseroan telah meraih kesepakatan dengan lima kreditur atas restrukturisasi pinjaman senilai Rp19,3 triliun. Nilai tersebut mencakup 65 persen dari total pinjaman perseroan yang sebesar Rp29,26 triliun.

Adapun, bank yang menyetujui adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan kesepakatan dengan kreditur ini akan menjadi momentum serta langkah awal baru yang sangat baik bagi perbaikan kondisi keruangan serta kinerja operasional perseroan.

“Kami berharap agar kreditur lain juga dapat segera menyepakati dan mendukung proses restrukturisasi Waskita. Besar harapan kami bahwa implementasi dari perjanjian ini dapat segera dilaksanakan,” ujar Destiawan, Jumat (16/7/2021)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

restrukturisasi waskita karya permodalan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top