Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Grup Salim, Laba London Sumatera (LSIP) Meroket 267 Persen Kuartal I/2021

LSIP itu mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp297 miliar pada kuartal I/2021.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 Juni 2021  |  19:45 WIB
Gedung PT PP London Sumatra Tbk di Medan. - Bisnis
Gedung PT PP London Sumatra Tbk di Medan. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen minyak sawit, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk., berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih hingga 267 persen pada kuartal I/2021.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham LSIP itu mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp297 miliar. Jumlah tersebut naik dibandingkan perolehan pada kuartal I/2020 senilai Rp81 miliar.

Kenaikan laba terjadi seiring dengan lonjakan pendapatan penjualan perusahaan. Emiten grup Salim tersebut membukukan penjualan Rp1,196 triliun pada kuartal I/2021. Atau naik 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp810 miliar.

Secara rinci, segmen produk sawit masih mendominasi penerimaan perusahaan dengan 95 persen dari total penjualan. Selanjutnya, produk-produk karet berkontribusi terhadap 3 persen dari total penjualan disusul oleh biji-bijian dan lainnya masing-masing 1 persen.

Volume penjualan CPO naik 27 persen secara year on year (yoy) menjadi 97.000 ton. Sementara itu, volume penjualan produk inti sawit (PK) naik 29 persen yoy menjadi 26.000 ton.

“Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata (ASP) produk sawit. Pada kuartal I/2021, ASP CPO dan PK naik masing-masing sebesar 12 persen yoy dan 45 persen yoy,” demikian penjelasan manajemen LSIP dari keterangan resminya, Rabu (30/6/2021).

Selain itu, LSIP mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset Rp11,44 triliun termasuk posisi kas dan setara kas Rp2,40 triliun dan tidak adanya pendanaan melalui hutang bank pada tanggal 31 Maret 2021.

Pada periode waktu yang sama produksi tandan buah segar (TBS) inti tumbuh 4 persen yoy menjadi 318.000 ton. Seiring dengan peningkatan produksi TBS inti dan eksternal, produksi CPO LSIP naik 7 persen yoy menjadi 86.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten london sumatra indonesia grup salim harga cpo
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top