Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Reli Saham Emiten Kesehatan Bisa Terulang

Sepanjang kuartal III/2020 dan berlanjut hingga kuartal I/2021, harga saham emiten kesehatan terutama sektor farmasi dan rumah sakit mengalami rally cukup tinggi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Juni 2021  |  19:40 WIB
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Tanda-tanda pengulangan reli saham emiten sektor kesehatan mulai terlihat. Saham-saham emiten kesehatan diproyeksi kembali menggembung seiring ekspektasi investor melihat peningkatan kasus Covid-19.

Sepanjang kuartal III/2020 dan berlanjut hingga kuartal I/2021, harga saham emiten kesehatan terutama sektor farmasi dan rumah sakit mengalami rally cukup tinggi.

Ambil contoh, saham PT Indofarma Tbk. (INAF) yang mencapai harga tertingginya di level 2.770 meningkat hingga 278,39 persen pada 12 Januari 2021 dibandingkan dengan harga 23 Juni 2020 di level 995.

Contoh lain, harga saham PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) yang mencapai level 3.700 naik 685,18 persen pada 11 Januari 2021 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada 23 Juni 2020 di level 540.

Kedua saham tersebut mengalami lonjakan akibat sentimen lonjakan kasus Covid-19 serta sentimen dimulainya vaksinasi Covid-19.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menuturkan jika dilihat secara teknikal ada prinsip sejarah mengulang dirinya sendiri.

"Nah, sama dengan ini macam saham-saham farmasi dan pendukungnya. Begitu angka Covid-19 naik, saham-saham tersebut kembali naik karena masalah persepsi orang akan butuh fasilitas kesehatan dan kebutuhannya akan meningkat," jelasnya kepada Bisnis, Selasa 22/6/2021).

Menurutnya, begitu pada hari-hari sebelumnya angka kasus Covid-19 menurun, harga saham-saham farmasi dan kesehatan kembali turun meski secara riil ya harganya masih terlalu tinggi.

"Mau bagaimanapun, namanya obat, vitamin, dan pendukung kesehatan itu masih dibutuhkan," papar Reza.

Analis RHB Sekuritas Vannesa Karmajaya mengamini kemungkinan terjadinya pengulangan lonjakan harga saham emiten kesehatan walaupun harga saham emiten kesehatan sudah cukup tinggi.

"Pengulangan lonjakan harga saham emiten kesehatan mungkin terulang dan tanda-tandanya sudah kelihatan," katanya kepada Bisnis.

Dia menegaskan hal ini sebagai imbas angka kasus Covid-19 yang terus meningkat. Kendati kenaikan kasus Covid-19 merupakan kabar buruk, hal ini positif bagi emiten sektor rumah sakit.

Diantara berbagai emiten rumah sakit, RHB Sekuritas menaruh top picks pada HEAL dengan TP 5.300. Selain itu, ada MIKA dengan TP 3.600.

Vannesa menegaskan baik investor maupun para stakeholders perlu menjadikan perkembangan kasus Covid-19 sebagai fokusnya di masa yang akan datang.

Hal ini karena bagaimanapun lonjakan yang sifatnya sentimen terhadap emiten-emiten kesehatan ini akan sangat bergantung pada perkembangan kasus Covid-19 mendatang, baik ketika terjadi penurunan maupun peningkatan terus menerus.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten farmasi Emiten Rumah Sakit Covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top