Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Emiten Kesehatan Masih Akan Melonjak, Investor Ritel Diminta Waspada!

Kinerja indeks IDX healthcare yang terdiri atas 21 emiten sempat menguat 8,9 persen pada Senin (21/6/2021) dan 2,92 persen year to date.
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam jangka pendek, sentimen peningkatan kasus Covid-19 masih akan melambungkan emiten sektor kesehatan. Investor ritel mesti waspada aksi profit taking.

Di tengah melonjaknya kasus baru Covid-19, sejumlah emiten yang masuk dalam indeks IDX Healthcare menuai berkah. Kinerja indeks IDX healthcare yang terdiri atas 21 emiten sempat menguat 8,9 persen pada Senin (21/6/2021) dan 2,92 persen year to date.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, emiten PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) harga sahamnya sudah naik 111,2 persen sepanjang tahun (ytd) ke level 1.320.

Menyusul, di belakangnya emiten rumah sakit PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) yang secara ytd harga sahamnya sudah melonjak 85,98 persen. Belum lagi ada emiten seperti PT Royal Prima Tbk. (PRIM) yang naik 58 persen.

Analis NH Korindo Sekuritas Putu Chantika mengungkapkan dalam jangka pendek sektor farmasi dan kesehatan masih akan mengalami penguatan lanjutan.

"Jika dilihat dari jangka pendek, tren penguatan sektor farmasi masih akan terus berlanjut lantaran pelaku pasar masih optimistis dengan situasi saat ini, dimana sektor ini akan mendapatkan sentimen positif," jelasnya kepada Bisnis, Selasa (22/6/2021).

Kendati demikian, NH Korindo terangnya, merekomendasikan untuk pelaku pasar lebih selektif dalam memilh saham yang akan di koleksi ditengah moment penguatan signifikan dari saham-saham di sektor ini.

Analis yang biasa dipanggil Chika ini juga mengingatkan penguatan saham-saham emiten farmasi memang mayoritas dipengaruhi oleh momen adanya lonjakan kasus covid-19.

"Tren penguatan saham-saham ini masih ada, kami menyarankan investor untuk berhati-hati lantaran saham-saham yang sudah menguat signifikan karena rawan untuk profit taking," paparnya.

Dengan demikian, prospek saham-saham di sektor healthcare masih cukup optimistis terlebih dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 ini.

NH Korindo memperkirakan permintaan terhadap alat-alat kesehatan, suplemen dan vitamin juga meningkat. Selain itu, dari sisi Rumah Sakit yang menyediakan alat-alat test Covid-19 juga akan terkena dampak yang positif.

"Oleh karena itu, untuk jangka panjang kami masih merekomendasikan BUY untuk KLBF dengan TP 1750 dan BUY untuk MIKA dengan TP 3250," urainya.

Untuk saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) secara tahunan harga sahamnya masih mengalami penurunan 6,64 persen, sementara PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) melemah 3,08 persen sejak awal tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper