Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Batu Bara Naik ke Level Tertinggi dalam 10 Tahun, Ini Sebabnya!

Permintaan batu bara di pasar global mulai meningkat untuk restok musim panas, di mana konsumsi listrik rumah tangga untuk pendingin meningkat,
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  19:22 WIB
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk. - adaro.com
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk. - adaro.com

Bisnis.com, JAKARTA - Harga batu bara global berhasil naik ke level tertinggi dalam 10 tahun terakhir seiring dengan banyaknya katalis positif untuk mendukung penguatan harga.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis (10/6/2021) harga batu bara Newcastle kontrak teraktif di bursa ICE naik 1,85 persen ke level US$126 per ton, level tertinggi batu bara sejak 2011.Sepanjang tahun berjalan 2021, harga batu bara global naik 54,74 persen.

Analis Aldiracita Sekuritas Timothy Gracianov juga menjelaskan bahwa terdapat banyak sentimen di pasar yang saat ini mendukung harga batu bara untuk terus melanjutkan tren kenaikan harga.

Dia menjelaskan, terdapat gangguan suplai batubara di China terutama bagian utara akibat hujan deras dan banjir memasuki musim monson yang lebih ekstrim dari perkiraan pasar.

“Di sisi lain, permintaan mulai meningkat untuk restok musim panas di mana konsumsi listrik rumah tangga untuk pendingin meningkat, sehingga sentimen mengerek harga batu bara global,” ujar Timothy kepada Bisnis, Jumat (11/6/2021).

Selain itu, India menunda lelang blok batu baranya yang berpotensi memproduksi sekitar 250 juta ton. Padahal, blok batu bara itu awalnya direncanakan selesai 2022 atau 2023.

Sentimen itu memperparah prospek pasokan dunia yang sudah dalam tekanan sejak 2020.

India juga yang menyerap sebagian besar dari kelebihan batubara di Australia sejak November tahun lalu, di mana China menghentikan impor batu bara dari Australia.

Tidak hanya itu, terjadi kebakaran pada turbin pembangkit listrik tenaga nuklir Shin-Kori 4 yang berkapasitas 1,4 juta kilowatt di Korea Selatan sehingga harus berhenti beroperasi selama satu bulan.

Hal ini menyebabkan negara mengkonsumsi pembangkit tenaga lainnya seperti batu bara sehingga meningkatkan permintaan di saat banyak gangguan pasokan di dunia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara harga batu bara
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top