Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar Tergelincir AS, Fokus Investor Beralih ke Rapat The Fed

Indeks dolar telah berfluktuasi dalam kisaran sempit di sekitar level psikologis penting 90.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  07:08 WIB
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks dolar Amerika Serikat turun tipis pada akhir perdagangan Kamis (10/6/2021) setelah berfluktuasi karena investor mencerna peningkatan inflasi AS dan pernyataan Bank Sentral Eropa (ECB) sambil mengamati pertemuan Federal Reserve AS berikutnya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, telah berfluktuasi sempit di sekitar level psikologis penting 90, dan terakhir turun 0,08 persen pada 90,0670. Euro terakhir menyusut 0,05 persen pada 1,2172 dolar AS.

Kemarin, ECB menaikkan pandangannya atas pertumbuhan dan inflasi tetapi berjanji untuk menjaga stimulus yang cukup mengalir, khawatir bahwa jika mundur sekarang akan mempercepat kenaikan yang mengkhawatirkan dalam biaya pinjaman dan menghambat pemulihan.

Kemudian di AS, data menunjukkan bahwa jumlah warga yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah dalam hampir 15 bulan. Sementara itu, indeks harga konsumen (IHK) meningkat lebih lanjut pada Mei karena cengkeraman pelonggaran pandemi pada ekonomi terus mendorong permintaan domestik.

Meskipun mata uang emerging markets seperti lira Turki menunjukkan reaksi yang lebih jelas, pedagang dolar sudah dengan berhati-hati melihat ke depan untuk pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS yang dijadwalkan minggu depan.

"Dolar tidak begitu aktif karena melihat risiko peristiwa penting berikutnya dan itu adalah pertemuan FOMC dan prospek The Fed mungkin memulai pembicaraan tentang pengurangan stimulus, yang dapat memberikan dukungan terhadap dolar," kata Paresh Upadhyaya, direktur pendapatan tetap dan strategi mata uang di Amundi US.

Investor mengamati dengan cermat harga-harga konsumen AS untuk tanda-tanda bahwa harga yang lebih tinggi dapat bertahan lebih lama dari yang diperkirakan, berpotensi menantang desakan Fed bahwa tekanan inflasi bersifat sementara dan bahwa stimulus moneter harus tetap berlaku untuk beberapa waktu.

Sementara Upadhyaya melihat data Kamis (10/6/2021) mendukung sikap bank sentral AS, dia mengatakan "banyak orang yang takut mereka akan terjerat dalam aksi harga mungkin hanya ingin menunggu" sebelum membuat taruhan besar.

“Ada tarik-menarik antara dua mata uang, dan intu menjadikan harga berfluktuasi. Itulah mengapa ada batasan dalam hal pelemahan dolar dan penguatan euro,” kata pedagang senior valas Silicon Valley Bank, Minh Trang,.

“Tren keseluruhan adalah sedikit pelemahan dolar, bukan hanya karena pertumbuhan yang kuat di AS. Ada pertumbuhan yang kuat secara keseluruhan. Banyak ekonomi telah pulih,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as the federal reserve Indeks dolar

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top