Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Kabel Sucaco (SCCO) Incar Laba Bersih Rp349,8 Miliar

Manajemen SCCO menargetkan penjualan dan laba bersih segmen usaha kabel pada 2021 masing-masing sebesar Rp4,7 triliun dan Rp349,8 miliar.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  13:59 WIB
Gulungan kabel tembaga di pabrik Uralelectromed OJSC Copper Refinery yang dioperasikan oleh Ural Mining and Metallurgical Co. di Verkhnyaya Pyshma, Rusia, Selasa (7/3/2017). - Bloomberg/Andrey Rudakov
Gulungan kabel tembaga di pabrik Uralelectromed OJSC Copper Refinery yang dioperasikan oleh Ural Mining and Metallurgical Co. di Verkhnyaya Pyshma, Rusia, Selasa (7/3/2017). - Bloomberg/Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen kabel PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk. (SCCO) atau Sucaco menargetkan raihan laba bersih Rp349,8 miliar pada 2021.

Walaupun menghadapi kendala pandemi Covid-19, perseroan tetap menargetkan peningkatan penjualan dan laba bersih pada tahun ini dibandingkan dengan tahun 2020. Namun, kinerja tersebut tidak melebihi pendapatan dan laba sebelum pandemi.

Direktur Sucaco Nicodemus Marjopranoto Trisnadi menyebutkan manajemen SCCO menargetkan penjualan dan laba bersih segmen usaha kabel pada 2021 masing-masing sebesar Rp4,7 triliun dan Rp349,8 miliar.

Angka tersebut sedikit lebih meningkat dibandingkan penjualan dan laba bersih pada tahun lalu yang membukukan masing-masing Rp4,62 triliun dan Rp237,88 miliar.

Sementara pada tahun 2019, perseroan mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,70 triliun dengan laba sebesar Rp315,22 miliar.

Tahun ini, SCCO menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp30 miliar. Belanja modal tersebut berasal dari dana internal perseroan.

Dana tersebut nantinya diperuntukkan untuk memenuhi spesifikasi baru kabel high voltage atau kabel bertegangan tinggi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Untuk tahun ini capex perseroan kurang lebih Rp30 miliar, yang rencananya dialokasikan untuk memenuhi spesifikasi baru kabel high voltage dari PLN. Dananya sendiri bersumber dari dana internal,” jelas Nicodemus melalui acara public expose perseroaan yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (8/6/2021).

Lebih lanjut Direktur Sucaco Teddy Rustadi menjelaskan capex yang dikeluarkan emiten berkode saham SCCO tersebut adalah untuk ekspansi kapasitas produksi, khususnya pada kabel bertegangan tinggi.

Teddy mengungkapkan capex atau yang disebutnya sebagai investasi perseroan tersebut kurang lebih untuk peralatan produksi permesinan.

SCCO memaparkan bahwa selama tahun 2020, penjualan berdasarkan segmen usaha kabel tersebut masih didominasi dengan 79,29 persen berasal dari produk kabel listrik.

Lalu dengan persentase yang berbeda tipis, diikuti dengan produk kawat enamel 10,55 persen, dan kabel telekomunikasi 10,16 persen.

Teddy pun mengungkapkan bahwa pada tahun ini perseroan cukup realistis untuk tidak meningkatkan kapasitasnya. Pandemi Covid-19 menurutnya cukup membawa tekanan bagi perseroan baik pada tahun 2020 maupun 2021.

Dia mencontohkan bahwa banyak proyek PLN yang merupakan salah satu pelanggan dari emiten tersebut yang menunda proyeknya, sehingga perseroan pemasok kabel ini pun turut terdampak.

“Kita cukup realistis untuk tidak begitu saja menambahkan kapasitas kita. Jadi kalau ditanyakan peningkatan kapasitas dalam artian kuantitas, belum ada sekarang ini,” ujar Teddy.

Lebih lanjut, Teddy menjelaskan capex yang diputuskan oleh perseroan itu sifatnya tidak menambah kuantitas, tetapi untuk mengembangkan kemampuan ragam produk Sucaco.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten sucaco emiten kabel kabel
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top