Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Geliat Pertumbuhan Ekonomi, Tren IPO Akan Pulih Semester II

Ketua Informasi Investasi Mirae Asset Sekuritas Roger M.M. mengatakan tren IPO pada semester II/2021 akan terus membaik seiring dengan pertumbuhan jumlah investor ritel di pasar modal dan optimisme pemulihan ekonomi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 03 Juni 2021  |  15:21 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Selera calon emiten melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dinilai bakal membaik seiring dengan optimisme pemulihan ekonomi pada paruh kedua 2021.

Ketua Informasi Investasi Mirae Asset Sekuritas Roger M.M. mengatakan tren IPO pada semester II/2021 akan terus membaik seiring dengan pertumbuhan jumlah investor ritel di pasar modal dan optimisme pemulihan ekonomi.

“Kami melihat tren IPO ke depan akan semakin banyak. Pertumbuhan ekonomi semakin baik akan membuat minat IPO juga semakin tinggi,” kata Roger, Kamis (3/6/2021).

Dilihat dari data makroekonomi, Mirae Asset Sekuritas menilai kondisi saat ini sudah jauh lebih baik. Hal itu dibuktikan oleh rilis indeks manufaktur yang tercermin lewat Purchasing Managers’s Index Indonesia yang terus berada di atas 50 atau ekspansif.

Selain itu, Roger menunjukkan inflasi juga mulai terkerek pada bulan lalu didongkrak oleh sentimen Ramadan dan Lebaran serta pemulihan aktivitas ekspor-impor juga kian terasa. Roger menilai rencana IPO dari GoTo juga akan menambah keyakinan calon emiten untuk go public di pasar modal domestik.

Dia mengatakan saat ini pihaknya masih menghitung potensi nilai (size) yang akan dilepas oleh GoTo kepada publik mengingat nilai pasar gabungan dari Tokopedia dan Gojek itu melebihi Rp170 triliun.

“Kita tinggal menebak apakah nilai itu bisa diserap ritel. Tapi rencana IPO GoTo cukup menjadi sentimen positif di market karena perusahaan teknologi sebesar itu mau IPO di market kita,” tutur Roger.

Setelah resmi mengumumkan merger, IPO perusahaan hasil gabungan antara PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek dan PT Tokopedia agaknya hanya tinggal menunggu waktu. Kalangan pengamat, analis pasar modal, hingga pakar ekonomi sepakat meyakini bahwa cepat atau lambat aksi go public tersebut bakal terealisasi.

Namun, yang kini jadi misteri, kapan waktu yang dimaksud? Lewat keterangan tertulis, Senin (17/5/2021), VP of Corporate Communications PT Tokopedia Nuraini Razak mengatakan bahwa setidaknya untuk saat ini, pembicaraan terkait IPO belum menjadi prioritas kedua perusahaan.

Proses mengintegrasikan basis layanan yang sebelumnya dimiliki Gojek dan Tokopedia adalah prioritas teratas yang tengah dikebut GoTo. “Kami ingin memastikan bahwa kami menyediakan platform terbaik untuk jutaan konsumen, mitra usaha, dan mitra lainnya di ekosistem kami,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa efek indonesia ipo pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top