Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fitch Ratings Ubah Outlook ABM Investama (ABMM) jadi Stabil

Revisi outlook itu mencerminkan peningkatan yang signifikan dalam bisnis kontraktor batu bara ABM Investama seiring dengan prospek yang lebih cerah pada industri batu bara.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 09 Mei 2021  |  11:26 WIB
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang. - abm/investama.com
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang. - abm/investama.com

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Rating merevisi outlook peringkat emiten jasa pertambangan batu bara PT ABM Investama Tbk. menjadi stabil dari sebelumnya negatif.

Dalam laporan terbaru Fitch Ratings dikutip Minggu (9/5/2021), revisi outlook itu mencerminkan peningkatan yang signifikan dalam bisnis kontraktor batu bara perseroan seiring dengan prospek yang lebih cerah pada industri batu bara secara keseluruhan.

Fitch Rating mengekspektasikan adanya pertumbuhan lebih lanjut dari volume kontrak baru perseroan dan peningkatan produksi dari pelanggan lama emiten berkode saham ABMM itu setelah mengalami penurunan pada 2020.

“Dengan demikian, dari ekspektasi itu dapat mendukung arus kas operasi ABMM dan sebagian mengimbangi penurunan profitabilitas segmen pertambangan perseroan,” tulis Fitch Ratings dikutip Minggu (6/5/2021).

Sementara itu, Fitch Ratings mempertahankan peringkat B+ untuk ABMM. Peringkat itu mencerminkan posisi ABMM sebagai produsen batubara terintegrasi.

Bisnis kontraktor batu bara dan tambang batu bara, yang bersama-sama menyumbang lebih dari 65 persen EBITDA perseroan, mendapat manfaat dari sinergi dan diversifikasi dari senjata logistik dan tekniknya.

Adapun, Fitch Ratings menilai peringkat ABMM dapat bertahan selama tiga tahun ke depan jika tingkat leverage perseroan sedikit meningkat, tidak termasuk akuisisi apapun.

Di sisi lain, ABMM mengantongi pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$606,4 juta pada 2020. Perolehan itu naik 2,3 persen dibandingkan dengan US$592,3 juta pada 2019.

Pendapatan itu terdiri atas segmen jasa sebesar US$165,36 juta, pabrikasi sebesar US$22,62, kontraktor tambang dan tambang batu bara US$561,5 juta, dan lain-lain US$84,39 juta.

Kendati demikian, ABMM mencatatkan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$35,65 juta pada 2020, dibandingkan dengan laba US$7,5 juta pada 2019.

Adapun, ABMM berhasil mengantongi restu pemegang saham untuk menerbitkan obligasi valas dengan nilai maksimum US$400 juta dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (7/5/2021). Penerbitan itu bertujuan refinancing sebagian utang perseroan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fitch ratings abm investama emiten batubara
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top