Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal I/2021, Penurunan Penjualan Batu Bara Tekan Pendapatan Adaro (ADRO)

Dari sisi operasional, produksi batu bara Adaro pada kuartal I/2021 turun 11 persen yoy menjadi 12,87 juta ton. Penjualan batu bara juga turun 13 persen yoy menjadi 12,59 juta ton.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 30 April 2021  |  08:56 WIB
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir menyampaikan sambutan saat Perayaan 10 Tahun Initial Public Offering (IPO) sekaligus satu dekade transformasi bisnis perusahaan PT Adaro Tbk di Jakarta, Senin (16/7). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir menyampaikan sambutan saat Perayaan 10 Tahun Initial Public Offering (IPO) sekaligus satu dekade transformasi bisnis perusahaan PT Adaro Tbk di Jakarta, Senin (16/7). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan batu bara, PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) melaporkan adanya koreksi pendapatan dan laba pada kuartal I/2021 akibat penurunan penjualan batu bara yang terhambat cuaca.

Namun demikian, marjin EBITDA operasional perseroan mampu bertahan sebesar 35 persen walau mengalami penurunan 8 persen secara tahunan (year on year/ yoy) pada kuartal I/2021.

Pada 3 bulan pertama 2021 ini, perseroan mencatatkan EBITDA operasional sebesar US$244 juta yang turun 8 persen dibandingkan kuartal sama pada tahun 2020 sebesar US$265 juta.

Presiden Direktur & CEO Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan capaian perseroan saat ini memberikan hasil yang diinginkan. Capaian EBITDA operasional maupun laba pada kuartal pertama tahun ini menurutnya menunjukkan kualitas laba dan mencerminkan kekuatan operasi perseroan.

"Model bisnis kami yang terintegrasi dan kuat terus memberikan hasil yang diinginkan. Kami mencatat EBITDA operasional sebesar US$244 juta dan laba inti sebesar US$110 juta, yang menunjukkan kualitas laba dan mencerminkan kekuatan operasi," ujar Garibaldi dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (30/4/2021).

Perseroan menurut Garibaldi memilih pendekatan konservatif dan mempertahankan panduan operasional dan keuangan untuk 2021. Walaupun ada optimisme perkembangan positif harga batu bara, ADRO akan tetap fokus pada efisiensi dan keunggulan operasional.

Dalam laporan keuangan per 31 Maret 2021, manajemen ADRO menyebutkan raihan pendapatan senilai US$691,97 juta. Nilai itu terkoreksi 8 persen yoy dari sebelumnya US$750,47 juta.

Perolehan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Adaro Energy mencapai US$71,47 juta pada kuartal I/2021. Raihan laba bersih itu turun 27,19 persen yoy dari US$98,17 juta per Maret 2020.

Dari sisi operasional, produksi batu bara pada kuartal I/2021 turun 11 persen yoy menjadi 12,87 juta ton, sedangkan penjualan batu bara juga turun 13 persen yoy menjadi 12,59 juta ton.

Untungnya, harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) naik 9 persen yoy, yang mencerminkan peningkatan harga batu bara pada musim dingin pada akhir 2020 sampai dengan awal 2021.

Garibaldi menyebutkan cuaca yang dipengaruhi La Nina pada kuartal I/2021 menyebabkan hujan lebat dan gelombang tinggi, sehingga mempengaruhi kegiatan logistik perseroan di kuatal ini.

Di sisi lain, di tengah kondisi industri yang masih sulit, Adaro dapat melakukan pembiayaan kembali terhadap pinjaman dan memperkuat posisi keuangan.

"Kami terus memperkuat posisi keuangan dan baru saja menandatangani perjanjian fasilitas sebesar U$400 juta untuk pelunasan dini atas salah satu pinjaman,” papar Garibaldi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten adaro garibaldi thohir adaro energy
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top