Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sentimen The Fed Bikin Obligasi AS Melompat, Harga Emas Tertekan

Harga emas tertekan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS jelang pengumuman keputusan kebijakan dari pertemuan hari Fedederal Reserve.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 April 2021  |  06:37 WIB
Karyawan menunjukan replika emas logam mulia di Butik Antam, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk. pada hari perdagangan Selasa (8/9/2020) menurun dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan menunjukan replika emas logam mulia di Butik Antam, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk. pada hari perdagangan Selasa (8/9/2020) menurun dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas berjangka jatuh lagi pada akhir perdagangan Rabu (28/4/2021) atau Kamis pagi WIB, memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut.

Mengutip Antara, harga emas tertekan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS jelang pengumuman keputusan kebijakan dari pertemuan hari Fedederal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, merosot US$4,9 atau 0,28 persen menjadi ditutup pada US$1.773,90 per ounce

Tak lama setelah penutupan pasar, pengumuman Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) keluar, menyatakan bahwa inflasi telah meningkat, tetapi sebagian besar karena faktor peralihan. Federal Reserve berjanji untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah dan melanjutkan pembelian asetnya.

The Fed mengakui tentang kekuatan pertumbuhan ekonomi tetapi tidak memberikan indikasi bahwa pihaknya siap untuk mengurangi dukungannya untuk pemulihan ekonomi. Harga emas sedikit berubah setelah pengumuman tersebut.

"Obligasi menguat, dolar mundur tajam, dan emas reli ke tertinggi hari ini setelah menguji terendah dari kisaran sebelumnya setelah Powell berusaha keras untuk menekankan tidak akan ada pengurangan dalam kebijakan akomodatif Fed," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam di BMO.

"Sentimen The Fed mungkin telah menetapkan emas untuk menguji di atas kisaran US$1.800-US$1.810, tetapi tidak jelas apakah ada momentum yang cukup untuk menembus di atas itu tanpa penarikan yang lebih dalam pada dolar," tambahnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan berbalik arah setelah naik ke level tertinggi dua minggu sebelumnya, meningkatkan daya tarik emas. Dolar juga turun, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dapat mengikuti stimulus yang meluas, imbal hasil obligasi pemerintah yang tinggi telah menumpulkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil dan telah mendorong emas turun sekitar 6,0 persen sepanjang tahun ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 32,5 sen atau 1,23 persen menjadi ditutup pada US$26,085 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$37,3 atau 2,99 persen menjadi ditutup pada US$1.212,2 per ounce.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini obligasi as federal reserve

Sumber : Antara

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top