Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengetatan Perjalanan 22 April-24 Mei, IHSG Berbalik Melemah

Pada penutupan sesi I, indeks komposit terpantau pakir di level 5.983,78 setelah terkoreksi 0,16 persen dari level penutupan kemarin. Padahal IHSG mengawali lajunya dengan menguat ke level 6.004,79, bahkan sempat menyentuh titik tertingginya hari ini di level 6.024,93.
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Gaham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (7/4/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Gaham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (7/4/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah mengawali lajunya di zona hijau, indeks harga saham gabungan (IHSG) mendadak terperosok ke zona merah di jelang akhir perdagangan sesi I hari ini, Kamis (22/4/2021)

Pada penutupan sesi I, indeks komposit terpantau pakir di level 5.983,78 setelah terkoreksi 0,16 persen dari level penutupan kemarin. Padahal IHSG mengawali lajunya dengan menguat ke level 6.004,79, bahkan sempat menyentuh titik tertingginya hari ini di level 6.024,93.

Sektor perdagangan menjadi yang paling dalam terkoreksi yakni 1,04 persen, diikuti sektr industri dasar dan sektor properti yang kompak melemah 0,85 persen.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 172 saham menguat, 268 melemah, dan 189 lainnya meguning alias stagnan.

Kapitalisasi pasar di akhir sesi I tercatat Rp7107,51 triliun, dengan jumlah transaksi tercatat Rp4,94 triliun. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp170,89 miliar di seluruh pasar.

Analis Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan kemungkinan besar penyebab indeks komposit berbalik melemah adalah keputusan pemerintah untuk memperketat aturan mudik dengan memperpanjang masa pengetatan perjalanan menjadi 22 April—24 Mei 2021.

“Sepertinya itu sentimen utama karena sentimen eksternal semua positif. Kemungkinan masih melemah juga di sesi kedua,” katanya ketika dihubungi Bisnis, Kamis (22/4/2021)

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan perpanjangan masa larangan mudik memang turut menjadi sentimen negatif yang membuat indeks kembali ke zona merah.

Nafan menilai pasar juga masih menanti reshuffle kabinet yang dikabarkan akan terjadi hari ini dan memerhatikan perkembangan kasus Covid-19 baik di dalam negeri maupun secara global.

“Juga minimnya data makro ekonomi global maupun domestik yang memberikan high positive impact terhadap pasar dan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 menjadi 4,1 persen-5,1 persen dari sebelumnya sebesar 4,3 persen-5,3 persen oleh BI,” pungkas Nafan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper