Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Berhasil Menguat di Babak Akhir, Saham BBRI Amazing

IHSG yang berfluktuasi sepanjang sesi mendadak menguat di babak akhir jelang penutupan. Pergerakan indeks didorong saham BBRI yang tiba-tiba melonjak 1,38 persen atau 60 poin menuju Rp4.410.
Hafiyyan & Maria Elena
Hafiyyan & Maria Elena - Bisnis.com 15 April 2021  |  15:18 WIB
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat menjelang penutupan perdagangan Kamis (15/4/2021) setelah rilis data neraca perdagangan dan derasnya aksi beli investor asing.

Preopening, IHSG naik 0,12 persen atau 7,33 poin menjadi 6.057,61. Dari seluruh saham Indeks LQ45, sejumlah 16 saham menguat, 7 saham melemah, dan 21 saham stagnan.

Pada pukul 15.00 WIB atau akhir sesi II, IHSG melesat 0,48 persen atau 29,22 poin menjadi 6.079,5. Terpantau 231 saham menguat, 252 saham melemah, dan 162 saham stagnan.

Investor asing cenderung masuk dengan net buy Rp291,42 miliar jelang penutupan. Saham TBIG, BBRI, ANTM menjadi incaran utama dengan net buy masing-masing Rp102,7 miliar, Rp95,4 miliar, dan Rp93 miliar.

IHSG yang berfluktuasi sepanjang sesi mendadak menguat di babak akhir jelang penutupan. Pergerakan indeks didorong saham BBRI yang tiba-tiba melonjak 1,38 persen atau 60 poin menuju Rp4.410.

Tangkapan layar pergerakan IHSG dan saham BBRI hari ini, Kamis (15/4/2021), dimana keduanya menguat jelang penutupan. Sumber: RTI


Equity Research Analyst Erdikha Elit Sekuritas Regina Fawziah menyampaikan pergerakan IHSG cukup mix dimana ketika data ekonomi Indonesia terkait neraca perdagangan, ekspor dan impor rilis, market juga terlihat memberi respons.

"Namun, hal itu tidak berhasil membuat IHSG menguat signifikan," paparnya.

Pada saat post-closing IHSG mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dimana dari kenaikan tersebut asing tercatat melakukan aksi beli yang cukup signifikan di beberapa saham Indeks LQ45 seperti BBCA, BBRI, UNVR, dan TLKM.

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Dimas WP Pratama menyampaikan kembalinya aksi beli dari investor asing mampu mengantarkan IHSG ke atas level 6.000.

Pasar mencermati rilis data neraca perdagangan Maret 2021 yang diprediksi akan mengalami penurunan surplus, seiring dengan mulai naiknya aktivitas impor.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada bulan Maret 2021 kembali mengalami surplus sebesar US$1,57 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan surplus neraca perdagangan pada Maret 2021 ini terjadi akibat kenaikan ekspor yang lebih tinggi dari posisi impor.

Dia melihat meningkatnya permintaan dari berbagai negara berpengaruh besar pada ekspor komoditas andalan Indonesia.

Dari data BPS, ekspor sepanjang Maret tercatat US$18,35 atau tumbuh 30,47 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan maret 2020 sebesar US$14,07 miliar.

"Kenaikan ekspor yoy cukup tinggi dipicu kenaikan ekspor migas dan nonmigas," kata Suhariyanto.

Sementara itu, impor Indonesia pada bulan lalu tercatat sebesar US$16,79 miliar atau tumbuh 25,73 persen dibandingkan maret tahun lalu. Adapun secara bulanan, impor mengalami penurunan tipis 26,55 persen.

"Impor naik karena adanya kenaikan impor migas dan nonmigas," ujarnya.

Suhariyanto menegaskan impor pada Maret 2021 ini naik cukup tinggi didorong oleh impor barang modal, bahan baku dan barang konsumsi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI bri
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top