Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Dibuka Naik Jelang Rilis Data Neraca Dagang, Investor Asing Masuk ke Bank Jumbo

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,29 persen atau 17,77 poin menjadi 6.068,05. Terpantau 130 saham menguat, 37 saham melemah, 165 saham stagnan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 15 April 2021  |  09:04 WIB
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Kamis (15/4/2021) jelang rilis data neraca perdagangan.

Preopening, IHSG naik 0,12 persen atau 7,33 poin menjadi 6.057,61. Dari seluruh saham Indeks LQ45, sejumlah 16 saham menguat, 7 saham melemah, dan 21 saham stagnan.

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,29 persen atau 17,77 poin menjadi 6.068,05. Terpantau 130 saham menguat, 37 saham melemah, 165 saham stagnan.

Investor asing cenderung masuk dengan net buy Rp25,88 miliar. Saham BBRI, BBCA, BMRI menjadi incaran utama dengan net buy masing-masing Rp23,1 miliar, Rp6,5 miliar, dan Rp2,1 miliar.

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Dimas WP Pratama menyampaikan Wall Street kembali ditutup secara mixed pada perdagangan (14/05/2021), seiring dimulainya rilis laporan keuangan kuartal I/2021.

Beberapa bank besar seperti Goldman Sachs, JP Morgan, dan Wells Fargo melaporkan kinerja keuangan yang mengalahkan ekspektasi analis. Di sisi lain, koreksi terlihat mulai melanda saham-saham teknologi setelah mengalami reli kenaikan beberapa waktu terakhir.

Dari bursa domestik, kembalinya aksi beli dari investor asing mampu mengantarkan IHSG ke atas level 6.000. Pasar akan mencermati rilis data neraca perdagangan Maret 2021 yang diprediksi akan mengalami penurunan surplus, seiring dengan mulai naiknya aktivitas impor.

"Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan terkonsolidasi dengan kecenderungan melemah pada rentang 5.957-6.113," imbuhnya.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan IHSG kemarin ditutup menguat setelah melemah signifikan dua hari terakhir. Hal tersebut didorong oleh aksi bargain hunting investor setelah pergerakan menyentuh level jenuh jual.

"Meski demikian, pergerakan masih dibayangi banyak sentimen negatif," kata Dennies dikutip dari risetnya.

Dennies memprediksi IHSG akan kembali menguat. Secara teknikal terlihat candlestick membentuk formasi morning star yang mengindikasikan potensi penguatan dalam jangka pendek. Investor akan mencermati data Trade Balance Indonesia yang akan segera dirilis.

Artha Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada level support 5.991 dan 5.932 serta resistance pada 6.079 dan 6.108.

Pada perdagangan Rabu (14/4/2021) lalu, IHSG ditutup menguat di level 6.050,27atau naik sebesar 2,07 persen. Pergerakan didorong oleh sektor finansial yang melonjak 3.07 persen dan aneka industri yang naik 2,44persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Neraca Perdagangan bca bri
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top