Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grab Caplok 4 Persen Saham Emtek (EMTK), Manuver Merger OVO dengan DANA

Grab yang didukung Softbank membeli saham sekitar 4 persen, senilai lebih dari Rp4 triliun atau setara 366 juta dolar Singapura, dalam penjualan private placement Emtek baru-baru ini.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 April 2021  |  10:10 WIB
/ OVO
/ OVO

Bisnis.com, JAKARTA Perusahaan ride-hailing yang berbasis di Singapura, Grab telah membeli saham di teknologi Indonesia dan konglomerat media PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau yang biasa dikenal Emtek.

Hal ini menjadi sinyal perusahaan pembayaran digital mereka OVO dan DANA dapat melakukan merger.

Dikutip dari The Straits Times, Kamis (15/4/2021), Grab yang didukung Softbank membeli saham sekitar 4 persen, senilai lebih dari Rp4 triliun atau setara 366 juta dolar Singapura, dalam penjualan private placement Emtek baru-baru ini. Hal ini diungkap sumber The Straits Times yang membantu transaksi tersebut terwujud.

Pada 5 April 2021, Emtek mengumumkan telah menyelesaikan penjualan saham baru melalui private placement senilai Rp9,3 triliun, dengan Naver Corporation, mesin pencari web terbesar di Korea Selatan, dan sebuah perusahaan investasi bernama H Holdings Inc menjadi pembeli saham yang mewakili sekitar 8,4 persen dari perusahaan. Private placement ini memperbesar modal yang disetor oleh perseroan.

"Grab membeli melalui H Holdings," kata orang yang tidak mau disebutkan namanya itu. Hasil dari private placement akan digunakan untuk mengembangkan bisnis serta membantu mendanai operasional sehari-hari, kata Emtek dalam pengajuan ke Bursa Efek Indonesia.

Setelah private placement, pemegang saham Emtek utama terdilusi. Misalnya, kepemilikan pendiri Eddy Sariaatmadja turun menjadi 22,96 persen dari 24,9 persen. Pemegang saham utama lainnya adalah Anthoni Salim, yang merupakan salah satu taipan terkaya di Indonesia juga ikut turun.

Sementara itu, Direktur Pelaksana Emtek Sutanto Hartoto tidak menjawab pertanyaan tertulis yang dikirim oleh The Straits Times tentang investasi Grab dan kemungkinan merger dari dua perusahaan pembayaran digital tersebut. Grab juga tidak memberikan tanggapan langsung atas pertanyaan serupa.

Peraturan pasar saham Indonesia mensyaratkan kepemilikan lima persen atau lebih di perusahaan terbuka untuk diungkapkan kepada publik. Dengan demikian, kepemilikan Grab berkisar 4 persen membuat tidak ada mewajibkan investor dalam hal ini Grab maupun Emtek untuk mengumumkan hal tersebut.

Pada September 2019, Reuters melaporkan, bahwa Grab sedang dalam pembicaraan untuk menggabungkan OVO, perusahaan pembayaran digital di Indonesia, yang dimilikinya, dengan perusahaan e-money DANA yang didukung oleh Emtek dan Ant Financial.

OVO dan saingan beratnya GoPay, dan pemain utama lainnya ShopeePay, dari perusahaan rintisan teknologi yang berbasis di Singapura, Sea Ltd, melakukan dorongan lebih lanjut untuk memanfaatkan industri pembayaran digital di negara terpadat keempat di dunia.

Penetrasi perbankan masih rendah di seluruh nusantara dan perbankan digital diharapkan menjadi pengubah permainan di negara ini. Lima puluh dua persen orang dewasa Indonesia, atau 95 juta, tidak memiliki rekening bank, menurut Bank Dunia.

GoPay merupakan bagian dari Gojek yang pada Desember tahun lalu (2020) menghabiskan US$160 juta (setara 214 juta dolar Singapura) untuk menaikkan kepemilikannya di Bank Jago menjadi 22,16 persen.

Pelanggan e-wallet Gojek yang menggunakan aplikasi ride-hailing akan memiliki kesempatan untuk membuka rekening di Bank Jago, yang meluncurkan aplikasinya pada Kamis (15 April) dan akan menjadi bank digital penuh pertama di negara itu.

Sementara itu, OVO merupakan layanan pembayaran dalam aplikasi dari situs e-commerce terbesar kedua di Indonesia Tokopedia, yang akan mengumumkan merger dengan Gojek pada awal Mei. Penggabungan tersebut dapat mendorong Tokopedia untuk memutuskan kemitraan strategis dengan OVO.

Sea Ltd juga mengakuisisi Bank Kesejahteraan Ekonomi yang tidak terdaftar di Indonesia (dan menamainya SeaBank) awal tahun ini, mengatakan ini akan memungkinkannya untuk melayani pelanggan di anak perusahaannya Shopee, yang beberapa tahun lalu mengambil alih Tokopedia sebagai situs e-commerce terbesar di Indonesia.

OVO bersiap untuk mengakuisisi bank yang dapat diubah menjadi bank digital. Sementara, Sea mengincar Bank Aladin, berusaha untuk menjadikannya sebagai mitra online untuk anak perusahaannya, Shopee.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elang mahkota teknologi emtek grab indonesia Grab ovo

Sumber : The Strait Times

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top